Ilmu Komunikasi, Komunikasi Kontemporer, Media Komunikasi, New Media, Jurnalistik, Public Relations, Manajemen Komunikasi.

Nomor 'Reborn'

Pembaca budiman, sejak penerbitan jurnal Mediator Volume 9, Nomor 2 Desember 2008, praktis semua aktivitas terhenti. Banyak sebab yang melatarinya. Selain karena kesibukan para pengelolanya, terutama berkaitan dengan tugas studi lanjut dan pergantian struktural di berbagai lini kelembagaan, ada juga sebab lain yang tidak mungkin kami sampaikan di sini. Yang jelas, nyaris memasuki tahun ke sepuluh jurnal ini vakum alias tidak terbit.

Kini, alhamdulillah, Mediator kembali menyapa pembaca di bawah “komandan,” Dr. Ferry Darmawan, M.Ds. Jika pembaca menyimak masthead jurnal ini, ada “wajah-wajah baru” yang muncul. Ada juga sebagian nama pengelola yang kemudian hilang. Itu semua merupakan sebuah dinamika yang bersifat natural. Maka itu, melalui rubrik “Salam” ini kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dr. Yusuf Hamdan, M.Si. (Dekan Fikom Unisba) dan Dr. Teguh Ratmanto, M.A.Comm. (Pembantu Dekan I Fikom Unisba), masing-masing dalam kapasitasnya sebagai pembina—saat jurnal ini terakhir terbit. Juga kepada para kolega kami lainnya, Dr. Septiawan Santana K., M.Si., Santi Indra Astuti, M.Si., Dede Lilis Ch. Subandy, M.Si, dan Mochamad Enoh, S.E., yang langsung atau tidak langsung sudah memberikan kontribusi nyata terhadap keberlangsungan jurnal kita ini.

Meski format berubah, logo dan desain cover Mediator tetap Kami pertahankan. Tentu, bukan tanpa alasan. Salah satunya semata-mata supaya pembaca, terutama pembaca yang sejak awal penerbitan menyertai Kami, tetap familier tak merasa asing dengan wajah atau penampilan jurnal ini.

Edisi kali ini sengaja kami namakan edisi “Reborn,” untuk melecut semangat kami, agar jurnal ini tak hanya sekadar ada kemudian kembali hilang. Tekad kami, tentu inginnya, bisa memelihara estafeta keberlangsungan Mediator. Maka itu, dukungan dan doa sangatlah kami harapkan dari pembaca budiman semua. Juga masukan dan kritik yang bersifat membangun. Seperti ungkapan populer dari Tanah Minang, “Anda puas beritahu teman; Anda tidak puas beritahu Kami.” 

Penyunting.

Alex Sobur