Bridging Islam and the West: Toward the Development of Intercultural Understanding

Deddy Mulyana

Abstract


Tidak mudah bagi bangsa Indonesia, termasuk kaum Muslimnya, untuk menjalin hubungan yang selaras dan menguntungkan dengan bangsa-bangsa Barat. Usaha itu akan lebih mungkin terlaksanajika di Indonesia sendiri sudah terjalin hubungan yang harmonis antara berbagai kelompok (etnik, ras, agama). Sayangnya, sepanjang sejarahnya Indonesia penuh dengan berbagai konflik antarkelompok, khususnya dalam beberapa tahun belakangan ini. Problem nasional ini harus diselesaikan terlebih dulu sebelum kita menyelesaikan problem intemasional. Setidaknya ada duafaktor yang menghambat terbentuknya Indonesia yang rukun dan makmur: pertama, faktor struktural yang mencakup perbedaan kaya-miskin dan keterbelakangan pendidikan kebanyakan rakyat hidonesia; dan kedua, faktor kultural, yakni, terdapat begitu banyaknya kelompok suku dengan bahasa masing-masing yang masih saling berprasangka dengan sesamanya, baik secara terbuka ataupun secara Laten. Dalam hubungannya dengan Barat, secara psikologis hangsa Indonesia masih menderita penyakit rendah-diri akut yang ditandai dengan kekagwnan pada Barat serta peniruan atas nitai dan gaya hidup Barat yang berlebihan. Sebagai .wlasi untuk mengatasi masalah-masalah di atas, Indonesia perlu merumuskan kembali identitas nasional dan budayanya yang terdiri dari nilainilai positifdari sejarah. budaya (termasuk nilai-nilai agama universal), serta dari sumber budaya manapun sejauh aspek-aspek budaya tersebut meningkatkan martabat manusia Indonesia. Implisit dalamll usaha itu adalah reorientasi pendidikan nasional yang ditandai dengan terselenggaranya pendidikan multibudaya di segala tingkatan pendidikan serta melalui media massa, disertai dengan llsaha untuk mengatasi kendala struktural yang ada.

Keywords


Bridging Islam and the West, the Development of Intercultural Understanding

References


Buber, Martin. 1970.1 and Thou. New York: Charles Scribner's Sons.

Gudykunst. William 8., and Young Yun Kim. 1992.

Communicating with Strangers: An Approach to Intercultural Communication. New York: McGrawHillI.

Kompas, June 10. 1998.

Kompas, March 25,1999.

Mead, George Herbert. 1934. Mind, Selfand Society: From a Standpoint of a Social Behaviorist. Editor Charles W. Monis. Chicago: University of Chicago Press.

Mulyana, Deddy. 1999. Nuansa-nuansa Komunikasi: Meneropong Politik dan Budaya Masyarakat Kontemporer. Bandung: Rosda.

___. 2000. llmu Komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Rosda.

Mulyana, Deddy, and Jalaluddin Rakhmat, ed. 1996. Komunikasi Antarbudaya: Panduan Brekomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Second edition. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rachbini, Didik. 1999. "Nazisme Lokal' di Kalimantan Barat." Republika, March 26, 1999.

Schuzt, Alfred. 1971. Collected Papers: Studies in Social Theory. Vol. II. Editor Maurice Natanson. The Hague: Martinus Nijhoff.

Verderber, Rudolph F. 1996. Communicate! Edisi ke-8. Belmont: Wadsworth. 314




DOI: https://doi.org/10.29313/mediator.v4i2.1028

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

   

 


Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International License