Membincang “Harry Potter”, Membaca Mitos

Alex Sobur

Abstract


In spite of the celebration of Harry Potter, JK Rowling as the author was accused as teaching and disseminating occultism among her readers. It is said that Harry Potter could turn children to become demons. This accusation raised concerns among parents and educators, especially Christians.  Furthermore, a priest from New Mexico, Jack Brock, was threatening to burn Harry Potter volumes. Responding to the threat, JK Rowling was reported calm. Harry Potter still wins the heart of thousands children all over the world. A semiotic analysis toward Harry Potter books concludes that reality and imagination were created (not depicted, or mirrored) in the world of wizardry. Furthermore, an ideological analysis has successfully disclosed some imperialism signs being downplayed in the story plot.

Keywords


Harry Potter, analisis semiotika, mitos, imperialisme

References


Audifax. 2005. Mite Harry Potter; Psikosemiotika dan Misteri Simbol di Balik Kisah Harry Potter. Yogyakarta: Jalasutra.

Audifax.2006. “Harry Potter dan Piala Simbol.” Makalah “Diskusi Buku Mite HarryPotter & Pemutaran Film ‘Harry Potter and the Goblet of Fire’” Keluarga Mahasiswa Manajemen Komunikasi Fikom Unisba, Bandung: 9 Mei 2006.

Awuy, Tommy F. 2000. “Membaca Mitos, Merajut Identitas Manusia Indonesia” dalam Ninok Leksono (ed.), Indonesia Abad XXI; Di Tengah Kepungan Perubahan Global. Jakarta: Penerbit Harian Kompas. Hlm. 505-513.

Bagus, Lorens. 2002. Kamus Filsafat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Barthes, Roland. 1988. The Semiotic Challenge. New York: Hill and Wang.

Barthes, Roland. 1975. The Pleasure of the Text. Tr. Richard Miller. N.Y.: Hill and Wang.

Barthes, Roland. 1974. S/Z. Penerjemah Richard Miller. New York: Hill and Wang.

Barthes, Roland. 1972. Mythologies. Penerjemah Annete Lavers. New York: Noonday Press.

Berger, Peter L. & Thomas Luckmann. 1966. The Social Construction of Reality. Victoria, Australia: Penguin Books.

Budiman, Manneke. 2001. “Semiotika dalam Tafsir Sastra: Antara Riffaterre dan Barthes”. Dalam Bahan Pelatihan Semiotika. Jakarta: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Djajasudarma, T. Fatimah. 1999. Semantik 1; Pengantar ke Arah Ilmu Makna. Bandung: Refika.

Eco, Umberto. 1979. A Theory of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press.

Esten, Mursal. 1999. Kajian Transformasi Budaya.

Bandung: Angkasa.

Frye, Northrop. 1976. The Secular Scripture: A Study of Romance. Cambridge: Harvard University Press

Hamad, Ibnu. 2003. “Berkomunikasi dengan Tanda; Analisis Semiotika Karikatur GM. Sudarta.” Makalah pada Seminar ‘Karikatur: Kekuatan Semiotika dalam Media Massa”, Uhamka, Jakarta: 9 Oktober.

Hamzah, Hadjid. 2006. Rahasia Sukses Bestseller Dunia. Yogyakarta: Grafindo Litera Media.

Hardjana, Andre A. 1999. “Perkembangan Penelitian Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi: Catatan Pendahuluan.” Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. Vol III/April, Hlm. 6-16.

Hernowo. 2004. Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah. Bandung: Penerbit MLC.

Hidayat, Rahayu Surtiati. 2001. “Semiotik dan Bidang Ilmu”. Makalah pada ‘Pelatihan Semiotika’ Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, Jakarta, 23-26 September.

Hoed, Benny H. 2001. Dari Logika Tuyul ke Erotisme. Magelang: Indonesia Tera.

Jung, Carl Gustav. 1989. Memperkenalkan Psikoanalitis; Pendekatan terhadap Ketaksadaran. Penerjemah G. Cremers. Jakarta: PT Gramedia.

Kridalaksana, Harimurti. 2005. Mongin-Ferdinand de Saussure (1957-1913); Peletak Dasar Strukturalisme dan Linguistik Modern. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Kurniasih. 2005. “Esai Penutup: Lacan dan Cermin Hasrat Cala Ibi,” dalam Mark Bracher. Jacques Lacan, Diskursus, dan Perubahan Sosial: Pengantar Kritik-Budaya Psikoanalisis. Yogyakarta: Jalasutra. Hlm. 297-310.

Littlejohn, Stephen W. 1996. Theories of Human Communication. Fifth Edition. Belmont, California: Wadsworth Publishing Company.

Rowling, J.K. 2000. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Alih bahasa Listiana Srisanti. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sachari, Agus. 2005. Pengantar Metodologi Penelitian Budaya Rupa. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sindhunata. 1983. Dilema Usaha Manusia Rasional; Kritik Masyarakat Modern oleh Max Horkheimer dalam Rangka Sekolah Frankfurt. Jakarta: PT Gramedia.

Sobur, Alex. 2004. Semiotika Komunikasi. Cetakan Kedua. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media; Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.

Sunardi, St. 2002. Semiotika Negativa. Yogyakarta: Kanal.

Sutrisno, Mudji. 2006. “Posisi Cultural Studies ‘Di Manakah?’” Kompas, 9 April.

Sutrisno, Mudji. 1999. Kisi-Kisi Estetika. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Trim, Bambang. 2002. Menggagas Buku; Langkah Efektif dan Sistemik Menuliskan Ide Anda ke dalam Buku. Bandung: Bunaya.

van Zoest, Aart. 1991. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. Penerjemah Manoekmi Sardjoe. Jakarta: Intermasa.




DOI: https://doi.org/10.29313/mediator.v8i1.1238

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

   

 


Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International License