PERAN TEKNIK AVERSI DALAM MENANGANI KASUS REMAJA YANG MENGALAMI GANGGUAN IDENTITAS GENDER

Endah Nawangsih

Sari


 

Seksualitas merupakan salah satu ranah yang paling pribadi dalam kehidupan seseorang. Setiap orang adalah mahluk seksual dengan minat dan fantasi yang merupakan fungsi seksual yang normal. Namun, ketika fantasi atau hasrat seksual membahayakan diri dan orang lain, maka fantasi dan hasrat tersebut dapat digolongkan abnormal. Individu yang mengalami Gangguan Identitas Gender (GIG), yang juga disebut sebagai transeksual, merasa bahwa jauh didalam dirinya, mereka adalah orang yang berjenis kelamin berbeda dengan dirinya saat ini. Data tentang perilaku GIG diambil dari seorang subyek penelitian. Hasil penelitian dipaparkan dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam menangani kasus ini  menggunakan model pendekatan behavioristik. Sedangkan terapi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan identitas diri dengan menggunakan teknik Aversi. Tujuan yang ingin dicapai dari terapi ini  untuk menguatkan identitas gendernya. Pada  aspek kognitif hasil pemberian teknik aversi dapat dikatakan berperan didalam memperbaiki pemahaman tentang identitas gendernya.


Kata Kunci


Pengalaman seksual; gangguan identitas gender; teknik aversi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Capuzzi,D., and Gross, D.R. 1991. Introduction to Counseling. Needham Heights: Allyn and Bacon.

Carson, Butcher, 1992, Abnormal Psychology, 9-ed, McGraw-Hill, New York

Coleman, C James, 1976, Abnormal Psychology and Modern Life, 5 th edition. D.B Taraparevala, Private Ltd, Bombay.

Davidson, Gerald C., 2004, Abnormal Psychology, 9-ed, John Wiley & sons

Geldard,D. 1989. Basic Personal: Counseling. New York : Prentice Hall.

Kaplan, H.I and Sadock, B.J, 1971. Comprehensive Group Psychotherapy, Baltimore: The Williams and wilkins Co.

Maslim Rusdi, Dr. 2002. Diagnosis Gangguan Jiwa. Buku saku PPDGJ III. Direktorat Kesehatan Jiwa. Direktur Pelayanan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.