KONTRIBUSI INSTRUMEN MONETER SYARIAH TERHADAP PENGENDALIAN INFLASI DI INDONESIA

Eva Misfah Bayuni, Popon Srisusilawati

Abstract


 

Bank Indonesia (Bank Indonesia, 2015) sebagai otoritas moneter tertinggi di Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004  pasal 7 tentang Bank Indonesia.Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menggunakan instrumen-instrumen moneter yang akan mencapai sasaran operasional yang berdampak pada sasaran utama kebijakan moneter di Indonesia yaitu inflasi.Sistem moneter ganda yang diterapkan di Indonesia, membuat instrumen-instrumen moneter konvensional berjalan beriringan dengan instrumen moneter syariah. Tujuan pada penelitian ini menganalisa tentang bagaimana kontribusi instrumen moneter syariah terhadap sasaran operasional untuk mencapai pengendalian inflasi di Indonesia. Bagaimana instrumen moneter syariah memiliki kontribusi yang besar atau justru tidak memiliki kontirbusi yang signifikan terhadap perannya untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode regresi simultan dengan menggunakan software Eviews 9. Hasil penelitian yang didapatkan; pertama yaitu instrumen moneter syariah yang diterapkan di Indonesia yaitu Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Reverse Repo Surat Berharga Syariah Negara, Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS), Giro Wajib Minimum (GWM) pada Bank Syariah dan PUAS atau Pasar Uang antar Bank Syariah. Kedua, Pengendalian Inflasi di Indonesia menurut Syariah yaitu dengan menggunakan intrumen-instrumen moneter yang sesuai dengan industri perbankan syariah di Indonesia. Kontribusi instrumen-instrumen moneter syariah terhadap pengendalian inflasi di Indonesia masih sangat kecil. Hal ini berdasarkan hasil pengolahan pada penelitian ini bahwa instrumen moneter syariah hanya beberapa model yang berkontribusi. Nilai kontribusi yang dihasilkan pun sangat kecil dengan skala penilaian R Squared berkisar sangat lemah dan atau lemah.


Keywords


Instrumen Moneter Syariah, SBIS, FASBIS, GWMS, dan Inflasi

References


Ascarya. (2002).Seri Kebanksentralan: Instrumen-Instrumen Pengendalian Moneter. Jakarta: Bank Indonesia.

(2007).Akad Dan Produk Bank Syariah, Jakarta: Rajawali Pers.

Asnuri, W. (2013). Pengaruh instrumen moneter syariah dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Al Iqtishad, 5(2), 275-288.

Bank Indonesia. (2015). Tujuan Kebijakan Moneter (online) (www.bi.go.id/id/moneter/tujuan-kebijakan/Contents/Default.aspx diakses 30 Nopember 2015).

. (2015). Koordinasi Pengendalian Inflasi (online)http://www.bi.go.id/id/moneter/koordinasi-pengendalianinflasi/Contents/Default.aspx

. (2015). Penjelasan Operasi Moneter (online) http://www.bi.go.id/id/moneter/operasi/penjelasan/Contents/Default.aspx

. (2015). Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/12/PBI/2014 Tentang Operasi Moneter Syariah (online)

http://www.bi.go.id/id/peraturan/moneter/Pages/pbi_161214.aspx

Bayuni, E.M. & Ascarya. (2009). Analisis pengaruh instrumen moneter terhadap stabilitas besaran moneter ganda di Indonesia. Tazkia Islamic Finance & Business Review, 5(1), 76-100.

, Eva Misfah. (2012). Pemikiran Al Maqrizi Tentang Uang Dan Inflasi (Kritik Terhadap Kebijakan Uang Dan Inflasi Di Indonesia. Thesis tidak dipublikasikan. Cirebon: Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon.

Chapra, M. Umer. (1985). Sistem Moneter Islam. Terjemahan Ikhwan Abidin B, (2000). Jakarta: Gema Insani Press.

Darmawi, Hermawan.(2006).Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta: Bumi Aksara

Departemen Perbankan Syariah. Bank Indonesia (2015). Laporan Perkembangan Perbankan Syariah. http://www.bi.go.id/id/publikasi/perbankan-dan-stabilitas/syariah/Default.aspx

Huda, Nurul, dkk (2008). Ekonomi Makro Islam Pendekatan Teoritis. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Junandi, T.E. (2013). Efektivitas instrumen moneter syariah terhadap kinerja perbankan syariah di Indonesia dengan metode VAR/VECM. Ekspansi, 5(2), 167-188.

Karim, Adiwarman A. (2007). Ekonomi Makro Islami. Jakarta: Rajawali Pers. Edisi Kedua

Muhammad (2002). Kebijakan Moneter dan Fiskal dalam Ekonomi Islami. Jakarta: Salemba Empat.

Nopirin.(2000).Ekonomi Moneter.Yogyakarta: BPFE – Yogyakarta.

Srisusilawati, P. (2017). Kajian komunikiasi pemasaran terpadu dalammendorong keputusan pembelian jasa perbankan.amwalun Vol. 1 No. 1 (2017): 1-18

Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung.(2005).Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar.Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Ramadhan, M.M. & I.S. Beik. (2013). Analisis pengaruh instrumen moneter syariah dan konvensional terhadap penyaluran dana ke sektor usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia. Al Muzara’ah, 1(2), 175-190.

Siamat, D.(2005).Manajemen Lembaga Keuangan Kebijakan Moneter dan Perbankan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sumodiningrat, Gunawan. (2007). Ekonometrika Pengantar. Yogyakarta: BPFE – Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v2i1.3314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office:

Syariah Faculty, Universitas Islam Bandung

Jalan Ranggagading No. 8 Bandung

Creative Commons License

Amwaluna : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats