Pelatihan Pencatatan Finansial Usahatani di Kabupaten Garut

Eliana Wulandari, Dika Supyandi, Ernah -

Abstract


Abstract

This community service activity was conducted in Pasirwangi Sub-District, Garut District. Farming records have not been carried out by farmers even though farming records have an important role in obtaining finance from various financial resources around farmers. Therefore, this community service activity aims to increase farmers' knowledge and skills in recording financial farms. The methods used in this community service method was in the form of extension activities, training and assistance in recording financial farms. The material provided in this training activity included activities that need to be recorded in daily farming activities, number of materials used for daily farming, and costs that have been spent related in farming operations.


Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Pencatatan usahatani belum banyak dilakukan oleh petani padahal pencatatan usahatani mempunyai peranan penting untuk mendapatkan pembiayaan dari berbagai sumber pembiayaan yang terdapat di sekitar petani. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam melakukan pencatatan usahatani. Metode pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan penyuluhan/pelatihan dan pendampingan pencatatan usahatani. Materi yang diberikan pada kegiatan pelatihan ini yaitu aktivitas-aktivitas apa saja yang perlu dicatat dalam kegiatan usahatani sehari-hari, berapa banyaknya bahan-bahan yang dipergunakan untuk usahataninya sehari-hari, dan juga berapa biaya yang telah dikeluarkan terkait dengan aktivitas-aktivitas yang telah dijalankan oleh para petani dalam kegiatan operasional usahatani.

 


Keywords


community service, financial farming records, Garut District.

Full Text:

PDF

References


Dinas Pertanian Kabupaten Garut. (2018). Data Base 2013-2017 Tanaman Hortikultura di Kabupaten Garut. Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Garut (ID).

Wulandari E, Meuwissen M, Karmana MH and Oude Lansink A. (2017). Performance and access to finance in Indonesian horticulture. British Food Journal, Vol. 119, No.3, pp. 625-638.

Lestari, D. (2012). Analisis partisipasi petani dalam kegiatan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) di Desa Gerung Utara Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pertanian Media Bina Ilmiah, Vol. 6, No. 3, pp. 70-77.

Maryam, D. (2017). Perencanaan partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat. BINA’AL-UMMAH, Vol. 10, No.1.

Naftaliasari, T., Abidin, Z. dan Kalsum, U. (2015). Analisis risiko usaha tani kedelai di Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. JIA, Vol. 3, No. 2, pp. 148-156.

Pelawi, D. (2011). Analisis dan perancangan sistem informasi sebagai penunjang keputusan pada UKM PD Gerak Tani Jakarta. Comteh, Vol. 2, No. 2, pp. 678- 687.

Rambe, U. H., Ridwan, M., dan Rusdi, M. (2017). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan tingkat kecamatan. Disertasi. Universitas Bengkulu.

Surotinojo, I. (2009). Partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan prasarana sanitasi di Desa Bajo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Disertasi. Universitas Diponegoro.

Sutrisno dan Lestari. (2006). Kajian usaha mikro Indonesia. Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM. Vol. 2, No. 1, pp. 13- 25.

Wijaksono, S. (2013). Pengaruh Lama Tinggal terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Permukiman. ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications, Vol. 4, No. 1, pp. 24-32.




DOI: https://doi.org/10.29313/ethos.v7i1.4233

DOI (PDF): https://doi.org/10.29313/ethos.v7i1.4233.g2545

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License