Potensi Pengembangan Infrastruktur Hijau dalam Upaya Mewujudkan Cimahi sebagai Kota Hijau Berkelanjutan

Verry Damayanti

Abstract


Abstract. Cities in Indonesia are currently experiencing environmental degradation due to urban development which emphasizes the economy more than ecology.  This raises the concept of a sustainable city, one of which is the Green City. Cimahi is one of the cities that strives to realize the concept of a Green City. However, Cimahi is currently experiencing problems in providing green open space in its area. RTH in Cimahi City has only reached 547,22 hectares or 13.60% of its total area. The new approach to green infrastructure development is expected to increase the proportion of green open space and create a Green City. Based on the analysis, it is known that the principles of developing green infrastructure that are in accordance with the characteristics of Cimahi City are five principles, sustainability, connectivity, conservation, integration with gray infrastructure, and aesthetics. The broad potential for green infrastructure development in Cimahi City is 34,4%. Through the implementation of the green infrastructure, Green City is able to be realized because green infrastructure is an important element in realizing 8 (eight) existing attributes.

Abstrak. Kota di Indonesia saat ini sedang mengalami degradasi lingkungan akibat pembangunan kota yang lebih menekankan ekonomi dibandingkan dengan ekologi sehingga muncul konsep kota berkelanjutan yang salah satu bentuknya adalah Kota Hijau. Cimahi merupakan salah satu kota yang berupaya untuk mewujudkan konsep Kota Hijau. Namun, Cimahi saat ini masih mengalami permasalahan dalam penyediaan RTH di wilayahnya. RTH di Kota Cimahi saat ini baru mencapai 547,22 Ha atau 13,60 % dari luas wilayahnya. Adanya pendekatan baru pengembangan infrastruktur hijau diharapkan mampu menambah proporsi RTH dan mewujudkan Kota Hijau. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa prinsip pengembangan infrastruktur hijau yang sesuai dengan karakteristik Kota Cimahi ada 5, yaitu keberlanjutan, keterhubungan, konservasi, integrasi dengan infrastruktur abu – abu, dan estetika. Adapun luas potensi pengembangan infrastruktur hijau di Kota Cimahi adalah sebesar 34,4%. Melalui penerapan infrastruktur hijau tersebut, Kota Hijau mampu diwujudkan karena infrastruktur hijau merupakan elemen penting yang berperan dalam mewujudkan 8 (delapan) atribut yang ada.   


Keywords


infrastruktur hijau, keberlanjutan, kota hijau, ruang terbuka hijau

References


Mark, Benedict dan Mc.Mahon, Edward. (2006). Green Infrastructure Linking Landscape and Communities. Washington: Island Press.

Wang, Chen dan Yang. (2008). Ecological Infrastructure as Powerful Instrument for Smart Conservation. 44th ISOCARP Congress.

Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (2015). Profil Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Nuryanti. (2013). Peran E-Commerce untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jurnal Ekonomi, Volume 21, No.4.

Peraturan Daerah Kota Bandung No.3 Tahun 2014. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) Kota Bandung Tahun 2013-2018.

Roosdhani, Mohamad Rifqy, dkk. (2012). Analisis Tingkat Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Usaha Kecil Menengah Kabupaten Jepara. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis,Vol.9 No.2.

Wijaya, Ni Putu. (2015). Adopsi Teknologi Penggunaan E-Commerce pada UKM Kota Bandung Menggunakan Metode Utaut. Prosiding Seminar Nasional Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015, Universitas Widyatama Bandung.




DOI: https://doi.org/10.29313/ethos.v7i2.4560

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi:

LPPM Unisba, Lantai 2, Jl. Purnawarman 63, Bandung 40116, Jawa Barat, (022) 4203368 , (022) 4264064. ethos.unisba@gmail.com / ethos@unisba.ac.id

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License