PERAN MEDIA DALAM PENYELESIAN KONFLIK SOSIAL

Nandang HMZ

Abstract


Perubahan sosial menuntut penyesuaian dalam berbagai hal, termasuk dalam memahami konflik. Konflik sebagai fenomena titik singgung antara berbagai kepentingan.  Pemberitaan di media massa pada dasarnya adalah cerminan realitas. Dalam konteks Indonesia, masih dapat ditemukan banyak pemberitaan tentang konflik baik konflik horizontal maupun konflik politis. Memasuki fase reformasi menandai bahwa sistem politik maupun sistem pers di Indonesia ada pada era yang lebih terbuka. Tapi di lain pihak era keterbukaan seperti ini tidak menjadikan sistem politik dan sistem pers yang lebih demokratis pula. Media massa yang mengangkat pemberitaan tentang konflik dan kekerasan yang pada masa Orde Baru tidak banyak nampak di permukaan justru menjadi hal yang sangat lumrah terjadi pada era reformasi saat ini. Media massa dapat berperan dalam menjembatani suara-suara masyarakat yang selama ini diabaikan oleh para elit politik. Jika komunikasi tersebut dapat diciptakan dengan kontribusi dari media massa, maka harapan terbentuknya tatanan politik yang demokratis lebih dapat diharapkan.

Kata kunci: Media, Konflik Sosial, Penyelesaian Konflik


Full Text:

PDF 15-21

References


Abubakar, I., & Muchtadlirin (ed). (2001). Media Dan Integrasi Sosial Jembatan Antar Umat Beragama. Jakarta: CSRC UIN Syarif Hidayatullah.

Bell, D. (2004). Is Democracy the ‘Least Bad’ System for Minority Groups? Dalam Henders, S. (ed). Democratization and Identity: Regimes and Ethnicity in East and Southeast Asia. New York: Lexington Book.

Colin MacAndrews, 2008, Perbandingan Sistem Politik, Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Dara Aisyah, 2003, Hubungan Birokrasi Dengan Demokrasi. Usu Digital Library

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: PT. LKiS.

-----------. (2003). Media Dan Konflik Ambon. Jakarta: KBR68H.

-----------. (2005). Koran, Bisnis, dan Perang. dalam Harsono, A dan Setiono, B (eds.). Jurnalisme Sastrawi. Jakarta: Yayasan Pantau.

Faules, F, dan Pace, W. (1994). Organizational Communication. Allyn and Bacon.

Habermas, J. (2001). The Structural Transformation of the Public Sphere; An Inquiry into a Category of Bourgeois Society, Cambridge: MIT Press.

Haryanto, 1984, Partai Politik: Suatu Tinjauan Umum, Yogyakarta: Liberty

Hamad, I. (2004). Konstruksi Realitas Politik Dalam Media Massa. Jakarta : Granit.

Hardiman, B. (1993). Menuju Masyarakat Komunikatif. Yogyakarta: Kanisius.

Ishwara, L. (2007). Catatan-Catatan Jurnalisme. Jakarta: Kompas

Johnny Ibrahim. 2008. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Surabaya: Bayumedia Publishing

Koentjoro Poerbopranoto. 1987. Sistem Pemerintahan Demokrasi. Bandung: Eresco.

Kristianto, A.E., & Zen, P.M (ed). (2009). Refleksi Keberagaman Agama: Hukum Sesat Dan Menyesatkan. Jakarta: YLBHI.

Littlejohn & Foss. 2009. Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Marijan, K. (2010). Sistem Politik Indonesia; Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru. Jakarta: Kencana

Nugroho, B., Eriyanto., & Surdiasis, F. (1999). Politik Media Mengemas Berita. Yogyakarta: Institut Studi Arus Informasi.

Rakhmat, Jalaludin. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Samsul Wahidin. 2011. Hukum Pers,Yogyakarta: Pustaka Belajar

Sirait, H. (2007). Jurnalisme Sadar Konflik: Meliput Konflik Dengan Perspektif Damai. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen.

Siregar, A. (2006). Etika Komunikasi. Yogyakarta: Pustaka.

Sugeng, H. (2010). Dari Kekerasan Menuju Pemilihan: Resolusi Konflik dan Demokratisasi di Aceh. dalam Sugeng, H. dan Schuck, C. (eds.) Demokrasi di Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suranto, Setiawan, Ginanjar. (1999). Pers Indonesia Pasca Soeharto: Setelah Tekanan Penguasa Melemah. Jakarta: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan.

Yursak, F. (2007). Eddie Widiono: Di Bawah Pusaran Media. Jakarta: Next Reign Media.




DOI: https://doi.org/10.29313/hikmah.v1i1.7578

Refbacks

  • There are currently no refbacks.