Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Pare (Momordica charantia L) terhadap Jaringan Tubulus Seminiferus pada Mencit Jantan (Mus musculus)

Nadiyya Yasmin, Miranti Kania Dewi, R.A. Retno Ekowati, Wida Purbaningsih, R.B. Soeherman Herdiningrat

Abstract


Salah satu upaya mengurangi peningkatan penduduk, yaitu dengan menggunakan kontrasepsi. Namun, penggunaan kontrasepsi pria masih minim sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi pria. Buah pare merupakan tanaman tradisional yang dapat digunakan sebagai bahan kontrasepsi karena mengandung kukurbitasin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh buah pare terhadap ketebalan tubulus seminiferus pada mencit jantan sehingga memberikan efek infertil. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada 17 Mei sampai 20 Juni 2018. Pengukuran ketebalan tubulus seminiferus dimulai dari spermatogonia pada lapisan basal sampai dengan kepala spermatid pada distal lumen. Subjek penelitian yang digunakan adalah 28 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi empat kelompok; kelompok kontrol negatif, perlakuan 1 (P1) yang diberi dosis 280 mg/kgBB/hari, perlakuan 2 (P2) yang diberi dosis 560 mg/kgBB/hari, dan perlakuan 3 (P3) yang diberikan dosis 1.120 mg/kgBB/hari. Ketebalan tubulus seminiferus normal pada mencit adalah 54–62 µm. Dari hasil uji hipotesis one way ANOVA, pemberian ekstrak etanol pare menurunkan ketebalan tubulus seminiferus secara keseluruhan, dengan ketebalan mencapai 39,56 µm pada dosis optimal 1.120 mg/kgBB/hari. Zat aktif kukurbitasin mempunyai struktur mirip dengan steroid sehingga dapat menurunkan kadar testosteron dan memengaruhi spermatogenesis. Sel spermatogenik yang menurun menyebabkan penurunan ketebalan tubulus seminferus.

 

THE EFFECT EXTRACT ETHANOL OF BITTER MELON (MOMORDICA CHARANTIA L) CONSUMPTION ON THE THICKNESS OF TUBULUS SEMINIFEROUS IN MICE

One effort to reduce the increase in population is to use contraception. However, the use of male contraception is still minimal, so efforts are needed to increase the use of male contraception. Bitter melon is a traditional plant that can be used as a contraceptive because it contains kukurbitasin. The purpose of this study was to determine the effect of bitter melon on the thickness of the seminiferous tubules in male mice so that it gives an infertile effect. The study was conducted at the Medical Biology Laboratory of the Faculty of Medicine, Padjadjaran University on May 17 to June 20, 2018. Measurement of seminiferous tubule thickness starts from spermatogonia in the basal layer to the head of spermatids in the distal lumen. The research subjects used were 28 male mice which were divided into four groups; negative control group, treatment 1 (P1) who were given a dose of 280 mg/kgBB/day, treatment 2 (P2) were given a dose of 560 mg/kgBB/day and treatment 3 (P3) were given a dose of 1,120 mg/kgBB/day. The thickness of the normal seminiferous tubules in mice is 54–62 μm. From the results of the one way ANOVA hypothesis test, administration of bitter melon ethanol extract decreased the thickness of the seminiferous tubules as a whole, with a thickness reaching 39.56 μm at an optimal dose of 1,120 mg/kgBB/day. The active ingredient kukurbitasin has a structure similar to steroids so that it can reduce testosterone levels and affect spermatogenesis. Decreased spermatogenic cells cause a decrease in the thickness of the seminal tubules.


Keywords


Ekstrak etanol buah pare; ketebalan dinding tubulus seminiferus; extract ethanol of bitter melon; thickness of tubulus seminiferous

Full Text:

PDF

References


United Nations Development Programe. World population prospects. Data booklet. 2017;1–19. Tersedia dari: https://population.un.org/wpp/Publications/Files/WPP2017_DataBooklet.pdf.

FMA, Leon S. Clinical gynecologic endocrinology and infertility. Edisi ke-8. Philadelpia (US): Lippincott Williams and Wilkins; 2015.

Pusat Data dan Informasi, Kementrian Kesehatan RI. Situasi dan nnalisis Keluarga Berencana. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.

Ahmad A. Frekuensi dan determinan kontrasepsi pria di Indonesia. J Kes Masy Nas. 2009;3(5):201– 5.

Musafaah, Noor F. Faktor struktural keikutsertaan pria dalam ber-Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Bul Pen Kes. 2012;40(323):154–61.

Astuti Y, Fitriana S, Rahayu NS. Pengaruh pemberian ekstrak pare (Momordica charantia L) terhadap motilitas dan morfologi sperma mencit. Mutiara Med J Kedokt Kesehat. 2016;9(1):26–32.

Tumkiratiwong P, Ploypattarapinyo R, Pongchairerk U, Thong-asa W. Reproductive toxicity of Momordica charantia ethanol seed extracts in male rats. Iran J Reprod Med. 2014;12(10):695–704.

Cholifah S, Arsyad, Salni. Pengaruh pemberian ekstrak pare (Momordica charantia L) terhadap struktur histologi testis dan epididimis tikus jantan. MKS. 2014;(2):149–57.

Jannah A. Pengaruh pemberian buah pare (Momordica charantia L) terhadap proses spermatogenesis mencit (Mus musculus) (tesis). Malang: Universitas Islam Negri Malang; 2009.

Komang BS. Fraksi heksan ekstrak biji pepaya muda dapat menghambat proses spermatogenesis mencit jantan lebih besar daripada fraksi metanol ekstrak biji papaya muda. Indo J Biomed Sci. 2012;2(2):1–12.




DOI: https://doi.org/10.29313/jiks.v1i2.4345

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



eISSN: 2656-8438


View My Stats 


Flag Counter