RESILIENSI KELUARGA PADA DUAL CAREER FAMILY

Vidya Fergilia Hendrayu, Melok Roro Kinanthi, Alabanyo Brebahama

Abstract


Dewasa ini bentuk keluarga tipe dual career family merupakan fenomena yang biasa dijumpai di Indonesia. Dual career family memiliki karaklteristik dan situasi khas yang menantang yang berpotensi menimbulkan tekanan bagi seluruh anggota keluarga. Menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap keluarga telah memiliki modal yang baik agar dapat menghadapi berbagai situasi kehidupan yang sulit dan menantang secara adaptif, yakni dengan resiliensi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat resiliensi keluarga pada dual career family, dari perspektif anak. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian 66 partisipan yang merupakan individu yang berada dalam tahap remaja akhir (usia 15-18 tahun). Resiliensi keluarga dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Walsh Family Resilience Questionairre yang dikembangkan oleh Walsh (2012). Hasil analisis data dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif diketahui bahwa tingkat resiliensi keluarga yang diperspesikan oleh partisipan penelitian ini berada dalam kategori sedang. Penelitian ini menekankan pentingnya peran resiliensi keluarga sebagai ketrampilan yang perlu dimiliki oleh dual career family dalam menghadapi situasi menantang yang timbul sebagai konsekuensi dari karakteristik yang dimilikinya.


Keywords


resiliensi keluarga, dual caeer family

Full Text:

PDF

References


Apostelina, E. (2012). Resiliensi keluarga pada keluarga yang memiliki anak autis. Skripsi, Universitas Negeri Jakarta.

Azwar, S. (2004). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bhana, A., & Bhacoo, S. (2011). The determinants of family resilience among families in low – and middle income contexts: a systematic literature review. South African Journal Psychology 41(2), 131-139.

Badan Pusat Statistik. (2013). Persentase rumah tangga menurut provinsi, jenis kelamin KRT yang bekerja, dan daerah tempat tinggal, 2009-2012. Diunduh daripada https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1606 pada tanggal 6 Maret 2017.

Bradley, J. M & Hojjat, M. (2016). A model of resilience and marital satisfaction. The Journal of Social Psychology, DOI: 10.1080/00224545.2016.1254592

Chang, W., Neo, A, H, C., Fung, D. (2015). In search of family resilience. Scientific Research Publishing, 6, 1594-1607.

Christine, W, S., Oktorina, M & Mula, I. (2010). Pengaruh konflik pekerjaan dan konflik keluarga terhadap kinerja dengan konflik pekerjaan keluarga sebagai intervening variabel (studi pada dual career couple di jabodetabek). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 12(2), 121-132.

Daeng, N, R. (2010). Perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri dalam dual career family. Skripsi, Universitas Sumatera Utara.

Davis, K, D., Crouter, A, C., McHale, S, M. (2006). Implications of shift work for parent-adolescent relationships in dual earner families. Family Relations 55(4), 450-460.

Elloy, D, F & Smith, C, R. (2003). Pattern of stress, work-family conflict, role conflict, role ambiguity, and overload among dual-career and single career couple: an Australian study. Cross cultural managemnent 10(1), 55-65.

Erdem, G., & Slesnick, N. (2010). That which does not kill you makes you Stronger: runaway youth’s resilience to depression in the family context. American Journal of Orthopsychiatriy 80(2), 195-203.

Gray, R, S., Chamratrithirong, A., Pattaravanich, U., Prasartkul, P. (2013). Happines among adolescent students in thailand: family and nonfamily factors. Soc Indic Res 1(10), 703-719.

Hadi, S. W. (2013). Resiliensi pada Keluarga Penderita Skizofrenia. Thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Hare, M, M. (2014). The relationship of parents’ work stress and child functioning in the context of spillover effects, marital and parenting stress, and parents’ perceptions. Thesis, University of Central Florida.

Herbst, L., Coetzee, S., Visser, D. (2007). Personality, sense of coherence and the coping of working mother. Journal pf Industrial Psycholog 33(3), 55-67.

Hidayati, L. (2016). Model pengasuhan alternative pada dual-career family pemenuhan kebutuhan asah, asih, dan asuh anak pada keluarga ayah-ibu bekerja di kabupaten tuban. Jurnal Pendidikan Anak 2(2), 41-54.

Holman, J. (2014). Parenting stress and parenting behavior in families with a child diagnosed with ADHD: the moderating effect of family resilience. Dissertation, Fielding Graduate University.

Kanner, A. D., Coyne, J. C., Schaefer, C., Lazarus, R. S. (1981). Comparison of two modes of stress measurement: daily hassles and uplifts versus major life events. Journal of Behavioral Medicine, 4(1), 1-39.

Kinanthi, M, R., Maulidia, F., Febriani, Z. (2017). Peran family sense of coherence dan religiusitas keluarga terhadap family resilience pada keluarga yang memiliki anak dengan spectrum autistic dari perspektif ibu. Dipresentasikan pada National Conference on Islamic Psychology di Yogyakarta 16-17 Mei 2017.

Knaub, P, K. (1986). Growing up in a dual-career family: the children's perceptions. Family Relations, 35, 431-437.

Kuntz, H, O., Blinkhorn, A., Rouette, J., Blinkhorn, M., Lunsky, Y & Weiss, J. (2014). Family resilience- an important indicator when planning services for adult with intellectual and developmental disabilities. Journal of Developmental Disabilities, 20 (2), 55-66.

Lester, P., Stein, J, A., Saltzman, W., Woodward, K., MacDermid, S, W., Milburn, N., Mogil, C & Beardslee, W. (2013). Psychological health of military children: longitudinal evaluation of family-centered prevention program to enhance family resilience. Military Medicine, 178(8), 838-845.

Lidanial, L. (2014). Problematika yang dihadapi keluarga dari anak dengan intellectual disability (studi etnografi). Jurnal Penelitian Pendidikan, 14(2), 188-199.

Lutfia, S & Kinanthi, M, R. (2016). Job stress and marital satisfaction among husband in dual-earner marriages. Proceedings on Social Science and Humanities, 1.

Mashego, T, A, B & Taruvinga P. (2014). Family resilience factors influencing teenagers adaptation following parental divorce in limpopo province south Africa. Journal of Psychology, 5(1), 19-34.

Mardiani, A, F. (2012). Hubungan antara keberfungsian keluarga dan resiliensi pada ibu yang memiliki anak autistic sprectum disorder. Skripsi, Universitas Indonesia

Meadows, S. O., Beckett, M. K., Bowling, K., Golinelli, D., Fisher, M. P., Martin, L. S., Meredith, L. S., Osilla, K. C. (2015). Family resilience in the military: definitions, models, and policies. Rand Corporation.

Neault, R, A & Pickerell, D, A. (2005). Dual career couples: the juggling act. Canadian Journal of Counselling, 39(3), 187-198.

Nevid, J. S., Rathus, S. P., Greene, B. (2005). Psikologi Abnormal (edisi 5). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Pandanwati, K., S., Suprapti, V. (2012). Resiliensi Keluarga pada Pasangan Dewasa Madya yang Tida memiliki Anak. Jurnal Psikologi Pendidikan & Perkembangan, 1(3), 1-8.

Patterson, J, M. (2002). Integrating family resilience and family stress theory. Journal of Marriage and Family, 64(2), 349-360.

Rahmatika, N, S & Handayani, M, M. (2012). Hubungan antara bentuk strategi coping dengan komitmen perkawinan pada pasangan dewasa madya dual karir. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(3), 1-8.

Rapoprt, R & Rapoport, R,N. (1969). The dual career family. Human Relations, 22(1), 3-30.

Shabtia, P, N. (2012). Hubungan antara resiliensi keluarga dan harapan pada mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin. Skripsi, Universitas Indonesia.

Skinner, D. (1980). Dual career family stress and coping: a literature review. Family Relations, 29(4), 473-480.

Smith, C, R. (1992). Trends and directions in dual-career family research. Women in Management Review, 7(1), 23-28.

Sugiyono. (2013). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Supriyoko, K. (1997). Dual career family (DFC), dilema keluarga modern. Diunduh daripada http://journal.amikom.ac.id/index.php/Koma/article/viewFile/3470/pdf_1082 tanggal 15 Agustus 2017.

Walsh, F. (1996). The concept of family resilience: crisis and challenge. Fam Proc, 35, 261-281.

Walsh, F. (2002). A family resilience framework: Innovative practice approaches. Family Relations, 51(2), 130-137.

Walsh, F. (2012). Successful aging and family resilience. Annual Review of Gerontology and Geriatrics, 32(1), 153-172.

Wandasari, W. (2012). Hubungan antara Resiliensi Keluarga dan Family Sense of Conherence pada Mahasiswa yang Berasal dari Keluarga Miskin. Skripsi, Universitas Indonesia.

Wiranti, A. (2013). Hubungan Antara Attachment Terhadap Ibu dengan Kemandirian pada Remaja Tunarungu. Jurnal Psikologi Pendidikan & Perkembangan, 2(1), 1-7.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.