Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn.) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka

Komang A. Pramana, Lusiana Darsono, Endang Evacuasiany, Slamet S.

Abstract


Luka merupakan sebuah cedera pada tubuh yang sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai usaha dilakukan untuk menyembuhkan luka, mulai dari mencuci luka, pemberian antiseptik, sampai menggunakan bagian dari tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sediaan salep yang mengandung ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn.) dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bersifat prospektif eksperimental uji praklinis sungguhan, menggunakan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) dan komparatif. Hewan coba yang digunakan adalah 25 ekor mencit betina dewasa galur Swiss Webster. Kulit paha masing-masing mencit dicukur bulunya, lalu dibuat luka sayat sampai dermis sepanjang 8 mm. Mencit dibagi dalam 5 kelompok secara acak, kelompok pertama diberikan vaselin album secara topikal, kelompok kedua diberikan salep povidon iodin 10% secara topikal, kelompok ketiga diberikan salep ekstrak etanol daun sirih (EEDS I) 10% secara topikal, kelompok keempat diberikan salep (EEDS II) 20% secara topikal, dan kelompok kelima diberikan salep (EEDS III) 30% secara topikal. Data yang diukur adalah lama waktu penyembuhan luka sampai luka menutup sempurna dalam hari. Analisis data menggunakan metode one way analysis of variance (ANOVA) dilanjutkan dengan Tukey HSD dengan α=0,05. Diperoleh waktu rata-rata yang diperlukan (hari) oleh setiap kelompok untuk penyembuhan luka, pada kelompok I adalah 7,2; kelompok II 5,8; kelompok III 5,8; kelompok IV 5,6; dan kelompok V 6,2 (p=0,016). Berdasarkan Uji beda rata-rata Tukey HSD, didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok I dan kelompok II (p=0,043), kelompok III (p=0,043), serta kelompok IV (p=0,017). Simpulan penelitian ini adalah sediaan salep yang mengandung ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn.) dapat mempercepat penyembuhan luka pada mencit.

 

PIPER BETLE EXTRACT (PIPER BETLE LINN.) TO IMPROVE HEALING PROCESS

Wound is an injury at the body that usually happen in daily activity. Many kind of treatment is taken to heal the wound like washing and cleaning the wound, using antiseptic, and using part of the plant. Objective of this research was to understand the effect of Piper betle etanol extract ointment to improve the wound healing process. This research is an experimental, using randomized control design. The animals were 25 adults Swiss Webster mice. The hair on each mouse’s thigh was cut and a 8 mm incision was made on the skin. The mice randomly divided into five groups, the first group treated with vaseline album topically, the second group treated with povidone iodine 10% ointment topically, the third group were given Piper betle etanol extract 10% ointment, the fourth group were given Piper betle etanol extract 20% ointment, and the fifth group were given Piper betle etanol extract 30% ointment. The intervention and measurement were done every day until the wound heal perfectly. The results showed that the average time needed (days) to heal perfectly in 1st group was 7.2, 2nd group was 5.8, 3rd group was 5.8, 4th group was 5.6, and 5th group was 6.2 (p=0.016). The average difference using Tukey HSD showed significant difference between 1st group and 2nd group (p=0.043), 3rd group (p=0.043), and 4th group (p=0.017). It is concluded that the treatment with Piper betle etanol extract as ointment increases the velocity of wound healing on mice.


Keywords


Ekstrak etanol daun sirih; ointment; penyembuhan luka; piper betle etanol extract; salep; wound healing



DOI: https://doi.org/10.29313/gmhc.v2i2.1530

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



pISSN 2301-9123 | eISSN 2460-5441

Visitor since 19 October 2016:

View My Stats

Free counters!

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.