The Risk Factors of Motorcycle Riders Traffic Accidents in Semarang City 2017

Mochammad Malik Ibrahim, Mateus Sakundarno Adi, Suhartono Suhartono

Abstract


The incidence rate of motorcycle accidents in Semarang city increased every year in the period 2014–2016. The research related to the risk factor of traffic accident incidents on motorcycle riders in Semarang city is still scarce. This study aims to analyze the risk factors of traffic accidents on motorcycle riders in Semarang city. The type of research is an analytic observational study with a case-control design. The number of samples was 50 cases and 50 controls. The case is a motorcycle rider who had a traffic accident in Semarang city from July to November 2017. Control is a motorcycle rider who did not have a traffic accident. Data was analyzed bivariate and multivariate using logistic regression test backward LR method. Factors proven to be a risk factor for traffic accidents on motorcyclists are less alert (p=0.005, OR=4.255, 95% CI=1.540–11.759), non-distance habits (p=0.001, OR=5.209, 95% CI=1.997–13.584), and hasty behavior (p=0.029, OR=2.950, 95% CI=1.116–7.800). Conclusions, alertness, not keeping distance, and impulsive behavior are risk factors for traffic accident incidents on Semarang city motorcyclists.

 

FAKTOR RISIKO KECELAKAAN LALU LINTAS PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA SEMARANG TAHUN 2017

Angka insidensi kecelakaan sepeda motor di Kota Semarang meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2014–2016. Penelitian terkait faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang masih sangat jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang. Jenis penelitian adalah studi observasional analitik dengan desain case control. Jumlah sampel 50 kasus dan 50 kontrol. Kasus adalah pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang terhitung dari Juli hingga November 2017. Kontrol adalah pengendara sepeda motor yang tidak mengalami kecelakaan lalu lintas. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat menggunakan uji logistic regression metode backward LR. Faktor yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor adalah kurang waspada (p=0,005; OR=4,255; IK 95%=1,540–11,759), kebiasaan tidak menjaga jarak (p=0,001; OR=5,209; IK 95%=1,997–13,584), dan perilaku terburu-buru (p=0,029; OR=2,950; IK 95%=1,116–7,800). Simpulan, kurang waspada, kebiasaan tidak menjaga jarak, dan perilaku terburu-buru merupakan faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang.


Keywords


Faktor risiko; kecelakaan lalu lintas; motorcycle; risk factors; traffic accidents

Full Text:

PDF

References


Karim NM, Saad R, Santikarn C, Peden M, Toroyan T, Iaych K, et al. Road safety status in the WHO South-East Asia Region, 2013 [Internet]. New Delhi, India: WHO Regional Office for South-East Asia; 2013 [cited 2017 December 22]. Available from: https://apps.who.int/iris/handle/10665/205873.

Badan Pusat Statistik. Jumlah penduduk menurut provinsi [Internet]. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2010 [cited 2017 December 22]. Available from: https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1267.

Badan Pusat Statistik. Jumlah kecelakaan, korban mati, luka berat, luka ringan, dan kerugian materi yang diderita tahun 1992–2012 [Internet]. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2012 [cited 2017 December 22]. Available from: https://www.bps.go.id/index.php/linkTabelStatis/1415.

Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. Banyaknya kecelakaan lalu lintas, korban, dan nilai kerugiannya di wilayah Polda Jawa Tengah [Internet]. Semarang: Badan Pusat Statistik Jawa Tengah; 2013 [cited 2017 December 22]. Available from: https://jateng.bps.go.id/index.php/linkTabelStatis/899.

Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. Data kependudukan tahun 1993–2016 [Internet]. Semarang: Badan Pusat Statistik Jawa Tengah; 2017 [cited 2017 December 22]. Available from: https://www.jateng.bps.go.id.

Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Semarang. Data kecelakaan lalu lintas 2014–2016. Semarang: Kepolisian Resor Kota Besar Semarang; 2016.

Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Data kendaraan bermotor tahun 2014, 2015, dan 2016. Semarang: Kepolisian Daerah Jawa Tengah; 2017.

Sahabudin, Wartatmo H, Kuschitawati S. Pengendara sebagai faktor risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas sepeda motor tahun 2010. BKM. 2011;27(2):94–100.

Marsaid, Hidayat M, Ahsan. Lalu lintas pada pengendara sepeda motor di wilayah Polres Kabupaten Malang. JIK. 2013;1(2):98–112.

Lin MR, Kraus JF. A review of risk factors and patterns of motorcycle injuries. Accid Anal Prev. 2009;41(4):710–22.

Rosyida SNL, Daryono. Kajian kecelakaan lalu lintas di jalan arteri pada jalur pantura wilayah Tuban. Swara Bhumi. 2015;1(1):88–96.

Marwan AA, Wicaksono A, Abusini S. Dampak pemberlakuan kebijakan sepeda motor menyalakan lampu utama terhadap pengurangan kecelakaan di Kota Surabaya. Rekayasa Sipil. 2015;9(2):88–96.

Hidayati A, Hendrati LY. Analisis risiko kecelakaan lalu lintas berdasar pengetahuan, penggunaan jalur, dan kecepatan berkendara. JBE. 2015;4(2):275–87.

Azizirrahman M, Normelani E, Arisanty D. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas pada daerah rawan kecelakaan di Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin. JPG. 2015;2(3):20–37.

Eustace D, Indupuru VK. A simplified method for analyzing factors contributing to motorcyclists’ fatal injuries in Ohio. Adv Transp Stud. 2011;24:85–96.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Republik Indonesia. Buku petunjuk tata cara bersepeda motor di Indonesia [Internet]. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Republik Indonesia; 2009 [cited 2017 December 22]. Available from: https://dishub.malangkota.go.id/wp-content/uploads/sites/16/2016/05/BUKU-PETUNJUK-TATA-CARA-BERSEPEDA-MOTOR-DI-INDONESIA.pdf.

Riskiansah A, Zain I. Analisis pola tingkah laku pengendara sepeda motor di Kota Surabaya dengan Driver Behavior Questionnaire (DBQ) [Internet]. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November; 2003 [cited 2017 December 22]. Available from: http://digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-19525-1307100086-Paper.pdf.

Supriyono S. Implementasi traffic accident analysis guna menanggulangi kecelakaan lalu lintas [thesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2010 [cited 2017 December 22]. Available from: http://eprints.undip.ac.id/24018/1/SABAR_SUPRIYONO.pdf.

Firmansya A, Rahim MR, Wahyu A. Faktor yang berhubungan dengan perilaku safety driving pada pengemudi mobil pengangkut semen curah di PT. Prima Karya Manunggal (PKM) Kab. Pangkep tahun 2013 [undergraduate thesis]. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2013 [cited 2017 December 22]. Available from: http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5919/JURNAL.pdf?sequence=1.

Sutalaksana IZ, Mahachandra M. Aktivitas sekunder audio untuk menjaga kewaspadaan pengemudi mobil Indonesia. J@TI Undip. 2012;7(3):185–90.

Arifuddin A, Napirah MR, Asfin HSN. Risk factors in road traffic accidents in the city of Palu, Indonesia. PHI. 2017;3(1):23–9.

Wicaksono D, Fathurochman RA, Riyanto B, Wicaksono YI. Analisis kecelakaan lalu lintas (studi kasus - Jalan Raya Ungaran - Bawen). JKTS. 2014;3(2):345–55.

Pamungkas NS. Mengenal perilaku pengendara kendaraan dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya. TEKNIS. 2014;9(1):13–8.

Sugiyanto G, Santi MY. Karakteristik kecelakaan lalu lintas dan pendidikan keselamatan berlalulintas sejak usia dini: studi kasus di Kabupaten Purbalingga. Semesta Teknika. 2015;18(1):65–75.




DOI: https://doi.org/10.29313/gmhc.v8i3.3742

pISSN 2301-9123 | eISSN 2460-5441


Visitor since 19 October 2016: 


Free counters!


Global Medical and Health Communication is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.