Effect of Health Counseling about IUD to Knowledge and Attitude on Married Couple in Serang Regency

Suraya Mansur, Dewi Hartaningrum, Titi Legiati

Abstract


Health counseling about contraception is essential to provide more knowledge about how to use contraception and improve the attitude and behavior of the family toward the Family Planning Program. This study aimed to determine the effect of counseling on the intrauterine device (IUD) knowledge and attitudes. This research was conducted in Bojong Menteng village, Tunjung Teja district, Serang regency, in February–July 2019. This study used the true experimental design method to look for the treatment effect on others in controlled conditions using pretest-posttest control group design and a quantitative research approach. In this study, the experimental and the control group are given a pretest to find out the initial conditions to see whether there are differences between the experimental group and the control group. Samples used random sampling techniques where 40 people were divided into two groups who have not used the IUD and have two children and more. The study employed paired t test and unpaired t test to analyze the data. The results showed that the average knowledge of the experiment group increased to 72, and the average knowledge of the control group increased to 70.2. In addition, the average attitude of the experiment group increased to 82.35. The difference between the two groups was only seen in wearing, where the experimental group showed positive behavior towards using the IUD. The conclusion is that counseling through leaflets, information education counseling kit, and direct explanation have positive responses.


EFEK PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI IUD TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA PASANGAN DI KABUPATEN SERANG

Penyuluhan kesehatan tentang kontrasepsi penting dilakukan untuk memberikan lebih banyak pengetahuan tentang cara penggunaan kontrasepsi serta meningkatkan sikap dan perilaku keluarga terhadap Program Keluarga Berencana. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan tentang alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) terhadap pengetahuan dan sikap. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang pada Februari–Juli 2019. Metode yang digunakan true experimental design dengan menggunakan pretest-posttest control group design dan pendekatan kuantitatif untuk mencari pengaruh perlakuan terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Dalam penelitian ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel menggunakan teknik random sampling berjumlah 40 orang dibagi dalam dua kelompok yang belum menggunakan AKDR dan mempunyai dua anak dan lebih. Data dianalisis dengan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pengetahuan kelompok eksperimen meningkat menjadi 72, sedangkan rerata pengetahuan kelompok kontrol meningkat menjadi 70,2. Selain itu, rerata sikap kelompok eksperimen meningkat menjadi 82,35. Perbedaan kedua kelompok tersebut hanya terlihat pada perilaku memakai saja bahwa kelompok eksperimen menunjukkan perilaku positif terhadap pemakaian AKDR. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan melalui leaflet, kit konseling pendidikan informasi, dan penjelasan langsung memiliki respons positif.


Keywords


AKDR; attitudes; counseling; health communication; IUD; knowledge; komunikasi kesehatan; pengetahuan; penyuluhan; sikap

Full Text:

PDF

References


National Population and Family Planning Board (BKKBN), Statistics Indonesia (BPS), Ministry of Health (Kemenkes), ICF. Indonesia demographic and health survey 2017. Jakarta: BKKBN,BPS, Kemenkes, ICF; 2018.

Sulistyawati A. Pelayanan keluarga berencana. Jakarta: Salemba Medika; 2014.

Effendy OU. Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti; 2008.

Zulkarnain. Psikologi dan komunikasi massa. Tasâmuh. 2015;13(1):45–58.

Wicaksono RR, Aniriani GW, Nasihah M. Penggunaan stimulus response theory dalam sosialisasi budaya kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan. J EnviScience. 2017;1(1):31–7.

Mulyana A, Hamid F, Mansur S, Susilawati. Kepemimpinan efektif melalui kompetensi komunikasi di Media Nusantara Citra Group. J Kaji Komun. 2019;7(2):184–97.

Rogers EM. Evolution: diffusion of innovations. In: Wright JD, editor. International encyclopedia of the social & behavioral sciences. 2nd Edition. Oxford: Elsevier Inc.; 2015. p. 378–81.

Thomas RK. Health communication. New York: Springer Science+Business Media, Inc.; 2006.

Rice RE, Atkin CK. Theory and principles of public communication. In: Rice RE, Atkin CK, editors. Campaigns public communication. Thousand Oaks: SAGE Publications, Inc.; 2013. p. 3–20.

Abroms LC, Lefebvre RC. Obama’s wired campaign: lessons for public health communication. J Health Commun. 2009;14(5):415–23.

Snyder LB. Health communication campaigns and their impact on behavior. J Nutr Educ Behav. 2007;39(2 Suppl):S32–40.

Grier S, Bryant CA. Social marketing in public health. Annu Rev Public Health. 2005;26:319–39.

Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. 2nd Edition. Bandung: Alfabeta; 2019.

Destyowati M. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi IUD dengan minat pemakaian kontrasepsi IUD di Desa Harjobinangun Kecamatan Grabak Kabupaten Purworejo tahun 2011. JKK. 2012;3(2):30–9.

Dehlendorf C, Tharayil M, Anderson N, Gbenedio K, Wittman A, Steinauer J. Counseling about IUDs: a mixed-methods analysis. Perspect Sex Reprod Health. 2014;46(3):133–40.

Blumenthal PD, Voedisch A, Gemzell-Danielsson K. Strategies to prevent unintended pregnancy: increasing use of long-acting reversible contraception. Hum Reprod Update. 2011;17(1):121–37.

Nasution SL. The effect of knowledge about adolescent reproductive health on pre marital sexual behaviour in Indonesia. Widyariset. 2012;15(1):75–83.

Won SH, Hooton A, Sweeney T. Reactions to the IUD among young women: an online survey testing marketing materials for an IUD education campaign. Contraception. 2012;86(2):186.

Wu J, DiCicco-Bloom B, Greenberg S, Sahulhameed F. Breaking the cycle of adolescent pregnancy: can mothers influence their daughters’ contraceptive behavior? Contraception. 2012;86(2):186.

Farrar SC, Yenari J, Gherman RB. Emergency contraception: a “fire extinguisher” for unintended pregnancies. Prim Care Update Ob Gyns. 2003;10(6):284–7.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang. Statistik Daerah Kecamatan Baros 2015. Serang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang; 2015 [cited 2019 October 15]. Available from: https://serangkab.bps.go.id/publication/2015/11/02/ade0f2f372b01abaebaaa5f4/statistik-daerah-kecamatan-baros-2015.html.

Ambarwati ER, Khoirunnisa E, Waryana. Health promotion model to increase maternal visit and exclusive breastfeeding in the puerperium period in Sleman, Yogyakarta. JHPB. 2016;1(3):139–49.

Merdhika WAR, Mardji, Devi M. Pengaruh penyuluhan ASI eksklusif terhadap pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan sikap ibu menyusui di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Teknologi Kejuruan. 2014;37(1):65–72.

Wati R. Pengaruh pemberian penyuluhan PHBS tentang mencuci tangan terhadap pengetahuan dan sikap mencuci tangan pada siswa kelas V di SDN Bulukantil Surakarta [undergraduate thesis]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret; 2011 [cited 2019 October 15]. Available from: https://eprints.uns.ac.id/6069/1/197231711201109051.pdf.

Benita NR, Dewantiningrum J, Maharani N. Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja siswa SMP Kristen Gergaji [undergraduate thesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2012 [cited 2019 October 15]. Available from: http://eprints.undip.ac.id/37650/1/Nydia_Rena_Benita_G2A008137_Lap._KTI.pdf.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.

Nuzula F. Psikologi dan komunikasi. El-Hikam. 2015;8(2)403–20.

Mulyana D. Ilmu komunikasi: suatu pengantar. 21st Printing. Bandung: Remaja Rosdakarya; 2017.

Permata SP. Pengetahuan dan sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi, kehamilan dan keluarga berencana. J Penelitian UNIB. 2003;9(2):109–14.

Suwarto. Dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif dalam pendidikan. Widyatama. 2010;19(1):76–91.

Antini A, Trisnawati I. Hubungan pengetahuan, sikap dan budaya akseptor KB terhadap pemilihan metode AKDR di wilayah kerja Puskesmas Anggadita Kabupaten Karawang. J Kebidanan. 2016;5(1):11–7.

Zuhriyah A, Indarjo S, Raharjo BB. Kampung keluarga berencana dalam peningkatan efektivitas program keluarga berencana. HIGEIA. 2017;1(4):1–12.

Yoo SW, Kim J, Lee Y. The effect of health beliefs, media perceptions, and communicative behaviors on health behavioral intention: an integrated health campaign model on social media. Health Commun. 2018;33(1):32–40.

Namkoong K, Nah S, Record RA, Van Stee SK. Communication, reasoning, and planned behaviors: unveiling the effect of interactive communication in an anti-smoking social media campaign. Health Commun. 2017;32(1):41–50.




DOI: https://doi.org/10.29313/gmhc.v9i2.5986

pISSN 2301-9123 | eISSN 2460-5441


Visitor since 19 October 2016: 


Free counters!


Global Medical and Health Communication is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.