Profesi PR Identik dengan Perempuan ?

Neni Yulianita

Abstract


Profesi Public Relations (PR) atau di Indonesia lebih dikenal dengan Humas, seringkali diidentikkan dengan profesi yang pantas dijabat oleh kaum perempuan. Adanya sebagian kalangan masyarakat yang menjudge bahwa profesi ini lebih tepat dijabat oleh kaum perempuan, dengan alasan profesi ini menuntut keterampilan, daya tarik, dan keluwesan. Dengan adanya anggapan tersebut,  tentu saja telah memberikan implikasi pada kaum laki-laki  sehingga menimbulkan keraguan pada mereka untuk menekuni bidang kajian PR/Humas di berbagai Perguruan Tinggi yang memiliki bidang ini. Ironisnya, user masih menganggap kaum laki-lakilah yang lebih tepat menjabat profesi PR, dengan anggapan antara lain bahwa laki-laki lebih energik, aktif, rasional, agresif, memiliki stamina atau fisik yang lebih kuat, dan memiliki kemampuan dalam penguasaan hardware atau teknologi komunikasi mutakhir yang lebih baik dibanding wanita yang dianggap lebih emosional, pasif, dan submisif. Anggapan ini tentu saja sangat merugikan perempuan,  walaupun hasil penelitian Robins dinyatakan bahwa,  “Tidak ada beda  laki-laki dan perempuan yang konsisten dalam kemampuan memecahkan masalah, keterampilan analitis, dorongan kompetitif, motivasi, sosiobilitas, atau kemampuan belajar”.  Untuk itu, dalam tulisan ini, penulis menyajikan jawaban apakah benar Profesi PR lebih tepat dijabat oleh Perempuan?

Keywords


Profesi Public Relations; Perempuan

Full Text:

PDF

References


Budiman, Arief. 1982. Pembagian Kerja Secara Seksual; sebuah pembahasan sosiologis tentang peran wanita di dalam masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.

Cutlip, Scott M., Allen H. Center, and Glen M. Broom. 2000. Effective Public Relations. Eighth Edition. New Jersey: Prentice Hall International, Inc.

Katz, Bernard. 1994. Komunikasi Bisnis Praktis. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Kompas. 31 Januari 1988.

Musty, Bertha. 1995. Bagaimana Meningkatkan Profesionalisme Seorang Sekretaris. Bandung: LPKIA-IAI.

Robbins, Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi, Konsep, Kontroversi, Aplikasi. Jilid I Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Prenhallindo.

Ross, Raymond. 1979. Essentials of Speech Communication. New Jersey: Prentice Hall. Inc.

Syam, Nina Winangsih. 1993. Pengaruh Gender Dalam Profesi Public Relations. Makalah. Pekan Public Relations Forum Diskusi dan Seminar Bandung. 17 – 22 Mei 1993. Bandung: Yayasan Arena Komunikasi.

Verderber, Rudolf F., 1984, Communicate, 4th Editions. Belmont, California: Wardsworth Publishing Company.

Yulianita, Neni. 2003. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: P2U LPPM- Unisba

Yulianita, Neni. 2001. Pengaruh Kepemimpinan Manajer Public Relations Terhadap Kualitas Manajemen Public Relations dan Korelasinya dengan Efektivitas Sistem Komunikasi Perusahaan. Disertasi. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Yulianita, Neni. 2004. Sekretaris Profesional di Era Global, Jurnal Ilmiah Sekretaris dan manajemen Administasi X’PRESS!. No.1 Th.I/September 2003 – Februari 2004. Bandung : Akademi Sekretari dan Manajemen Ariyanti.




DOI: https://doi.org/10.29313/mimbar.v20i3.146

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan is licensed under  Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License