Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Petani Jagung di Lahan Gambut

Malta Malta

Abstract


Agricultural development is consisted of efforts to increase farmer’s income, which in turn, will encourage regional economic development. In West Kalimantan, peatland was chosen as an alternative to achieve that goals. This study was aimed to evaluate corn farmers’ performance in peatlands, and to identify factors related to farmer’s performance. Located at Limbung Village, Pontianak district, this research based on quantitative survey, employing correlational statistical procedure. The research resulted in several conclusions: (1) farmer’s performance is still relatively low; and (2) factors related to performance are level of competence, production support, and farmer’s interaction with facilitators team.


Pembangunan pertanian terdiri dari serangkaian upaya untuk meningkatkan pendapatan petani, yang pada gilirannya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Di Kalimantan Barat, lahan gambut dipilih sebagai alternatif untuk mencapai tujuan tersebut. Kajian ini berupaya mengevaluasi kinerja petani jagung di lahan gambut. Berlokasi di Kampung Limbung, Pontianak, riset ini didasarkan pada survei kuantitatif menggunakan prosedur statistik korelasional. Penelitian ini menghasilkan sejumlah kesimpulan, yaitu: (1) kinerja petani masih tergolong rendah, (2) faktor-faktor yang berkaitan dengan kinerja adalah level kompetensi, dukungan produksi, dan intensitas interaksi petani dengan tim fasilitator.


Keywords


Corn Farmer; Performance; Peatlands; Pembangunan

References


Abbas, S. (1995). “90 Tahun Penyuluhan Pertanian di Indonesia (1905-1995).” Deptan.

Agunga, R dan Chris. I. (2005). “Organic Farmers’ Need for and Attitude Towards Extension. Journal of Extension 45(6). [http://www.joe.org/joe/2005 February/a1p.shtml] diunduh pada 19 Januari 2008.

Asngari, P.S. (2001). “Peranan Agen Pembaruan/Penyuluh dalam Usaha Memberdayakan Sumberdaya Manusia Pengelola Agribisnis.” Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Sosial Ekonomi. Bogor: IPB.

Badan Pusat Statistik. (2003). Sensus Pertanian Indonesia 2003. “Badan Pusat Statistik.

Departemen Pertanian. (2005a). Renstra Badan Litbang Pertanian 2005-2009. [http://setjen.deptan.go.id] diunduh pada 19 Januari 2008.

Departemen Pertanian. (2005b). Potensi Daerah. [http://www.deptan.go.id] diunduh pada 19 Januari 2008.

Departemen Pertanian. (2007). “Peraturan Menteri Pertanian RI No. 273/KPTS/OT.160/4/2007. Deptan.”

Ekanem, E., Singh, S.P., Muhammad, S., dan Tegegne, F. (2001). “Differences in District Extension Leaders’ Perceptions of the Problems and of Tennessee Small Farmers.” Journal of Extension 39:4.

Gerungan, W.A. (1996). “Psikologi Sosial. Bandung: Eresco.

Harniati. (2000). ‘Pengkajian Sistem Usahatani Jagung di Lahan Gambut’. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat.

Hernanto, F. (1993). ‘Ilmu Usahatani’. Penebar Swadaya.

Kristijono, A. (2003). “Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Agroindustri: Tantangan dan Peluang. Lokakarya Nasional Pertanian Lahan Gambut;” Pontianak, 15-16 Desember 2003.

Lasmahadi, A. (2002). “Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi.” Jurnal Psikologi. [http://www.sdm.go.id/] diunduh pada 29 Januari 2007.

Lunandi, A.G. (1993). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: Gramedia.

Mangkuprawira, S. (2004). “Arti dan Beragam Aspek tentang Kompetensi.” Lokakarya Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor; Bogor, 28 April 2004.

Mardikanto, T. (1993). Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press.

Mosher, A.T. (1987). Menggerakkan dan Membangun Pertanian. penerjemah. CV. Yasaguna.

Nuhung, I.A. (2006). Bedah Terapi Pertanian Nasional: Peran Strategis dan Revitalisasi. PT. Bhuana Ilmu Populer.

Nursyamsi, D., I.G.M. Subiksa, A. Mulyani dan J. Sri A. (2000). “Pengelolaan Lahan Marjinal untuk Meningkatkan Produksi Pertanian.” Seminar Aplikasi Paket Teknologi Pertanian; Pontianak, 6-7 November 2000.

Pasandaran, E dan Faisal K. (2003). “Sekilas Ekonomi Jagung Indonesia: Suatu Studi di Sentra Utama Produksi Jagung.” Jakarta: Deptan.

Prabowo, H.E. (2007). “Produksi Jagung 2008 Diprediksi Penuhi Kebutuhan dalam Negeri.” [http://www.antara.co.id] diunduh pada 19 Januari 2008.

Rakhmat, J. (2001). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rivai, V dan Ahmad F. (2005). Performance Appraisal: Sistem yang Tepat untuk Menilai Kinerja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. PT. Raja Grafindo Persada.

Riyanti, B.P.D. (2003). Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Siegel, S. (1992). Statistik Nonparametrik: untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: PT. Gramedia Utama.

Slamet, M. (2003a). Memantapkan Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Dalam: Ida Yustina dan Adjat Sudrajat (Ed.) Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. Bogor: IPB Press. hlm 14-22.

Slamet, M. (2003b). “Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian di Era Otonomi Daerah.” Dalam: Ida Yustina dan Adjat Sudrajat (Ed.). Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. Bogor: IPB Press. hlm 56-67.

Spencer, L.M dan Spencer S.M. (1993). Competence at Work: Models for Superior Performance. John Wiley & Sons, Inc.

Stone, B.B dan Bieber S. (1997). “Competencies: A New Language for Our Work.” Journal of Extension 35 (1), [http://www.joe.org/joe/1997february/iwl.sht.ml] diunduh pada 8 Januari 2008.

Soekartawi, A., Soehardjo, L. Dillon dan J. Hardaker. (1986). Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pembangunan Petani Kecil. Universitas Indonesia Press.

Soekartawi. (1995). Pembangunan Pertanian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sudjati, S.K. (1981). Dasar-dasar Manajemen. Bandung: Penerbit Amrico.

Syah, M. (2002). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tjakrawiralaksana, A. (1996). Usahatani. IPB

Van den Ban, A.W. dan H.S. Hawkins. (1999). Penyuluhan Pertanian. (A.D. Herdiasti, penerjemah). Yogyakarta: Kanisius.

Wiriatmadja, S. (1990). Pokok-pokok Penyuluhan Pertanian. CV. Yasaguna.




DOI: https://doi.org/10.29313/mimbar.v27i1.313

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments