Regional Legislative Access in Optimizing The Presentation of Local Content in Broadcasting Institutions

Mahi M Hkikmat, Andang Saehu

Abstract


Local contents in broadcasting institutions, both of local broadcasting stations (SPL) and network station systems (SSJ), still face a problem. An effort to encourage the existence of local content in broadcasting institutions can be done by regional legislative institution (DPRD). The implementation of regional legislative function in encouraging optimization of local content existence in broadcasting institutions is the main focus of this study. This study uses a qualitative descriptive method with an empirical juridical approach with study documentation subject of regional legislative functions in encouraging the existence of local content. The results of study show that optimizing the function of regional legislative is significant in encouraging local content existence since they have access to  The Regional Indonesian Broadcasting Commission (KPID) and Local Public Broadcasting Institution (LPPL). At least, there are implementation model of DPRD functions in encouraging the optimization of local content actualization in Broadcasting Institutions, namely: Accessibility Model through KPID and LPPL & LPS Broadcast Network Models


Keywords


Regional Legislature, Legislative Function, Local Content, Broadcasting Institution

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Dadi, & Yanuarti, E. (2020). Reflective Writing: Students’ Diaries to Improve the Teaching and Learning Process. 521–524. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200225.113

Ardiyanti, H. (2011) Konsep dan Regulasi TV Lokal dalam Kerangka Penguatan Budaya Lokal. Jurnal Politika No.2 Vol.2 November 2011

Barat, D. P. J. (2013). Profil DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014. Sekretariat DPRD Jawa Barat.

Cjuchro, D. W. Arah Revisi Undang-Undang Penyiaran. (2010, January 27). Pikiran Rakyat.

Doly, D. (2016). Upaya Penguatan Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia dalam Perspektif Hukum. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 6(2), 149-167.

Guntur, S. (2004). Implementasi Dalam Birokrasi Pembangunan. Jakarta: Cipta Dunia.

Hasandinata, N.S. (2014). Peran Pengelola Radio Komunitas Dalam Mengembangkan Siaran Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 17 No.2, Desember 2014: 165-176

Jones, C. O. (1996). Public Policy. Jakarta: Manajemen PT Raja Grafindo Persada

Juditha, Ch. (2015). Televisi Lokal dan Konten Kearifan Lokal (Studi Kasus Di Sindo Tv Kendari). Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan. Vol. 16 No. 1 Juni 2015 : 49 -64

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1994). Jakarta: Balai Pustaka

Lundy, L. K., Ruth, A. M., & Park, T. D. (2008). Simply irresistible: Reality TV consumption patterns. Communication Quarterly, 56(2), 208-225.

Mazmanian, D. A., & Sebastier, P. A. (1983). Implementasi and Public policy. USA: Scott Foresman and Company.

Moleong, L. J. (2001). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya. Rio Ahmad, Jaya.

Mulyana, D. (2002). Metode Penelitian. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nomor, U. U. R. I. (32). tahun 2002 tentang Penyiaran. Lembaran Negara.

Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik

Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta

Primasanti, K. (2009, January). Studi Eksplorasi Sistem Siaran Televisi Berjaringan di Indonesia. Jurnal Ilmiah SCRIPTURA, 3(1), 85-102.

Primasanti, K. B. (2010). Studi Eksplorasi Sistem Siaran Televisi Berjaringan Di Indonesia. Scriptura, 3(1), 85-102.

Purwanto, & Sulistyastuti. (1991). Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan. Jakarta: Bumi Aksara.

Rachmiatie, A., Ravena, D., & Yuniati, Y. (2018). Radio Constellation to Strengthening Local Identity. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 34 (1), 93-101.

Ri’aeni, I. and Widia S. (2017). Industri Media Massa Lokal dalam Tinjauan Manajemen Media Ideal. Jurnal JIKE Vol 1, No 1, Desember 2017

Ripley, R. B., & Franklin, G. A. (1986). Policy implementation and bureaucracy. Brooks/Cole.

Sagala, S. (2009). Manajemen Strategi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. cet. IV. Bandung: Alfabeta.

Shabana, A. (2019). Network Broadcasting System (NBS): Implementation and Its Obstacles. Perspektif Komunikasi, 2(2).

Siringoringo, H. (2005). Pemrograman Linear: Seri Teknik Riset Operasional. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Supadiyanto, S. (2015). Implementasi Program Siaran Lokal pada Stasiun Televisi di Daerah Istimewa Yogyakarta. An-Nida: Jurnal Komunikasi Islam, 7(2).

Surokim (2012). Pengaturan Tentang Kekerasan Dalam Program Siaran TV. Jurnal Pamator, Volume 5, Nomor 1, April 2012

Syafrudin, A. (2001). DPRD dan Kepala Daerah dalam Bentuk dan Susunan Pemerintahan Daerah Menurut UU No. 22 Tahun 1999. Bandung: STPDN.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran

Wahab, S. A. (1991). Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan, Bumi Aksara Jakarta. Wibawa, Samodra. KebijakanPublik, Intermedia Jakarta.

Yantos, Y. (2015). Peranan Lembaga Penyiaran Publik Lokal dalam Mendukung Pemerintah Daerah. Jurnal Dakwah Risalah, 26(2), 94-103.




DOI: https://doi.org/10.29313/mimbar.v36i1.5043

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan is licensed under  Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License