Kajian Kawasan Komoditi Unggulan dalam Era dan Desentralisasi di Kabupaten Morowali

Syamsuddin Syamsuddin, Azib Asro'i

Abstract


Tujuan umum dari kajian ini adalah menganalisis kawasan komoditi unggulan dalam era otonomi dan desentralisasi di Kabupaten Morowali. Sasaran khusus yang dicapai dalam kajian ini adalah teridentifikasinya komoditi-komoditi unggulan pada beberapa kawasan di Kabupaten Morowali. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengambil kebijakan (pemda setempat) sebagai acuan untuk menyusun berbagai kebijakan berkatan dengan penentuan komoditi-komoditi unggulan disetiap kawasan di Kabupaten Morowali.

Adapun alat analisis yang akan digunakan dalam kajian ini adalah: 1. Analisis Klassen Typologi, 2. Analisis Hirarki Proses (AHP).

Kawasan dalam kajian ini terbagi menjadi 3 kawasan, yakni kawasan I (Kecamatan Bungku Tengah) dengan daerah hinterlandnya adalah Kecamatan Bahadopi, Kecamatan Bungku Selatan, Kecamatan Menui Kepulauan. Kawasan II (Kecamatan Lembo) dengan daerah hinterlandnya adalah Kecamatan Bungku Barat, Witaponda dan Kecamatan Bumi Raya. Kawasan III (Kecamatan Petasia) dengan daerah hinterlandnya adalah Kecamatan Mori Atas, Kecamatan Sayojaya, Kecamatan Bungku Utara dan Kecamatan Mamosalato.

Hasil kajian diperoleh bahwa: 1) Komoditi unggulan sektor perkebunan di kawasan I adalah kako menempati peringkat pertama, sagu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga komoditi kelapa. Sedangkan komoditi unggulan di kawasan II adalah kelapa peringkat pertama, kakao menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga komoditi sagu. Di kawasan III komoditi unggulannya adalah sagu peringkat pertama; kelapa menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga komoditi kakao. 2) Di sub sektor pertanian bahan makanan, kawasan I komoditi unggulannya adalah padi sawah peringkat pertama dengan ubi kayu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga padi ladang. Di kawasan II komoditi unggulannya padi sawah peringkat pertama, ubi kayu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga tanaman padi ladang. Di kawasan III komoditi unggulannya adalah padi sawah peringkat pertama, ubi kayu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga padi ladang. 3) Pada sub sektor peternakan, komoditi unggulan di kawasan I adalah sapi peringkat pertama, kambing menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga babi. Di kawasan II komoditi unggulannya adalah sapi peringkat pertama, kambing menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga kerbau. Di kawasan III komoditi unggulannya adalah sapi menempati peringkat pertama, kambing menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga babi.

Kata Kunci: Komoditi Unggulan.


 


References


Arsyad Lincolin, 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.

Blakely, 2001. Computable General Equilibrium Model as Tools for Policy Analysis in Developing Countries: Some Basic Principles and an Empirical Application. Banca D’talia, Rome.

Hoover, E. M. 1971. An Introduction to Regional Economics. (1st ed). New York: Alfred A. Knopf, Inc.

Kuncoro, Mudrajad, 1993. Indonesia Menjelang Tahun 2000: Setelah Renungan, Analisis CSIS, XXII (2), Maret-April.

_______, 2002. Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan: Studi Empiris di Kalimantan Selatan 1993-1999 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 17, No. 1, 2002, 27-45, Yogyakarta




DOI: https://doi.org/10.29313/performa.v6i2.6543

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa)

Jurnal manajemen dan bisnis (Performa) diindeks oleh:


Alamat Redaksi:

Jl. Tamansari 1, Bandung 40116, Jawa Barat, (022) 4203368 pes. 210, (022) 4264064. jmb.performa@gmail.com / jmb.performa@unisba.ac.id

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International LicenseISSN 1829-8680 | E-ISSN 2599-0039