Perbandingan Kejadian Kecemasan antara Sif Kerja Malam dan Sif Kerja Pagi pada Satuan Pengamanan Universitas Islam Bandung

Muhammad Faishal Kartadinata, Nugraha Sutadipura, Raden Ganang Ibnusantosa, Eka Nurhayati, R. Kince Sakinah

Sari


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengkategorikan kecemasan sebagai salah satu gangguan mental emosional. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan prevalensi penduduk yang mengalami gangguan mental emosional secara nasional adalah 6,0%. Faktor risiko yang dapat memengaruhi kecemasan pada seseorang di antaranya beban kerja, yaitu sif kerja terutama sif kerja malam. Tujuan penelitian ini adalah melihat proporsi kejadian kecemasan antara sif kerja pagi dan sif kerja malam pada satuan pengamanan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif observasional melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah satuan pengamanan di Universitas Islam Bandung. Dalam periode Maret–April 2018 jumlah sampel yang berhasil didapatkan 23 orang dengan pengukuran sebanyak 2 kali, yaitu ketika menyelesaikan sif pagi dan ketika menyelesaikan sif malam. Pengukuran kejadian cemas menggunakan lembar kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sif pagi memiliki persentase kejadian cemas 15 dari 23 orang dan sif malam 14 dari 23 orang. Hasil Uji statistik McNemar’s Chi-Square tidak terdapat perbedaan proporsi kecemasan antara sif kerja pagi dan sif kerja malam (p=0,76; PR=0,93; IK 95%: 0.59–1,45). Simpulan penelitian ini tidak terdapat perbedaan proporsi kecemasan antara sif kerja pagi dan sif kerja malam.

 

COMPARISON OF ANXIETY EVENTS BETWEEN NIGHT SHIFT AND MORNING SHIFT ON SECURITY IN BANDUNG ISLAMIC UNIVERSITY

The Ministry of Health of the Republic of Indonesia categorizes anxiety as one of the mental disorders. Basic Health Research in 2013 reveals the prevalence of people with mental disorders nationally at 6.0%. Risk factors that can affect anxiety in a person such as workload is shift work, especially night shift work. The purpose of this study was to assess the proportion of anxiety occurrence between morning shift and night shift on security unit. This research method was quantitative observational through cross-sectional approach. The sample in this study was a security unit at the Bandung Islamic University. The research was doing between March–April 2018. The number of samples obtained were 23 people with measurements as much as 2 times, record one after finishing the morning shift and one after finishing the night shift. Measurement of anxiety events using Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) questionnaire. The results showed that morning shift had an anxious incidence percentage 15 of 23 samples and the night shift 14 of 23 samples. The statistical results of McNemar’s Chi-Square showed no difference in the proportion of anxiety between morning shift and night shift (p=0.76, PR=0.93, 95% CI 0.59–1.45). The conclusion of the study there is no difference in the proportion of anxiety occurrence between morning shift and night shift.


Kata Kunci


Anxiety; DASS 42; gangguan mental emosional; kecemasan; mental disorder; night shift work; satuan pengamanan; security worker; sif kerja malam

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Hyman S, Chisholm D, Kessler R, Patel V, Whiteford H. Mental disorders. Dalam Jamison DT, Breman JG, Measham AR, Alleyne G, Claeson M, Evans DB, dkk., penyunting. Disease control priorities in developing countries. Edisi ke-2. New York: Oxford University Press; 2006. hlm. 605–26.

National Association for Mental Health. Understanding anxiety and panic attacks. Mind [Internet]. 2015 [diunduh 31 Desember 2017];6. Tersedia dari: http://www.mind.org.uk/media/1892482/mind_anxiety_panic_web.pdf.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2013

Manuaba A. Ergonomi, kesehatan, dan keselamatan kerja. Dalam: Wignyosoebroto S, penyunting. Edisi ke-1. Surakarta: UNIBA Press; 2004. hlm. 371.

Nurmianto E. Ergonomi konsep dasar dan aplikasinya. Edisi ke-2. Surabaya: Guna Widya; 2008.

Øyane NMF, Pallesen S, Moen BE, Åkerstedt T, Bjorvatn B. Associations between night work and anxiety, depression, insomnia, sleepiness and fatigue in a sample of Norwegian nurses. PLoS One. 2013;8(8):1–7.

Yani F, Soleha TU, Larasati T, J M. Hubungan shift kerja malam dengan kejadian depresi, kecemasan dan stres pada pekerja di Bagian Maintenance Mesin Penggiling Tebu (Cane Roll Mill) PTPN VII Bunga Mayang. J Major [Internet]. 2014 Feb 14 [diunduh 18 Desember 2017];3(6). Tersedia dari: http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/291/289.

Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah.

Hardhana B, Budiono CS, Kurniasih N, Manullang EV, Susanti MI, Pangribowo S, dkk. data dan informasi profil kesehatan Indonesia 2016. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2017.

Virtanen M, Ferrie JE, Singh-manoux A, Shipley MJ, Stansfeld SA, Marmot MG, dkk. Long working hours and symptoms of anxiety and depression : a 5-year follow-up of the Whitehall II study. NCBI. 2011 Dec;41(12):2485–94

Ramaiah S. Kecemasan bagaimana mengatasinya penyebabnya. Jakarta: Pustaka Populer; 2005.

Kleppa E, Bjarte S, Grethe TS. Working overtime is associated with anxiety and depression. The Hordaland Health Study. JOEM. 2017 June;50(Issue 6):658–66.

Ivancevich JM, Konopaske R, Matteson MT. Perilaku dan manajemen organisasi. Edisi ke-7. Jakarta: Erlangga; 2006.

Nishitani N, Hisataka S, Akiyama I. Eating behavior related to obesity and job stress in male Japanese worker. Nutrition. 2009;25(1):45–50.

Coles ME, Schubert JR, Nota JA. Sleep, circadian rhythms, and anxious traits. Curr Psychiatry Rep. 2015;17(9):73.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN: 2656-8438