Potensi Interaksi Obat Antituberkulosis dan Anti Diabetes terhadap Efek Samping Obat pada Pasien Tuberkulosis-Diabetes Melitus di RSUD Al-Ihsan Bandung

Rahma Ratu Halima, Santun Bhekti Rahimah, Asep Saefulloh, Yuke Andriane, Endang Suherian

Sari


Pengobatan tuberkulosis (TB) dengan diabetes melitus (DM) pada pasien TB-DM membutuhkan waktu yang cukup lama dan beragam sehingga memiliki risiko tinggi menyebabkan potensi interaksi obat  dan menimbulkan efek samping obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan potensi interaksi obat antituberkulosis dengan obat antidiabetes pada pasien TB dengan DM di Poli DOTS RSUD Al-Ihsan pada periode April–Mei 2018. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional, pengambilan data obat yang terdapat pada rekam medik dan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Data potensi interaksi obat diolah dengan memasukkan data obat yang dikonsumsi pasien menggunakan software pada Lexi-Interact. Subjek berjumlah 30 responden dipilih secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi tertinggi potensi interaksi obat antituberkulosis-obat antidiabetes pada derajat berat sejumlah 12 dari 30 pasien. Efek samping yang terjadi pada pasien dengan frekuensi tertinggi adalah derajat ringan sejumlah 10 dari 30 pasien. Analisis dengan uji chi-square tidak memiliki nilai kemaknaan antara potensi interaksi obat dan efek samping obat (p=0,146). Simpulan, tidak terdapat hubungan potensi interaksi  obat dengan efek samping yang timbul pada pasien TB dengan DM di Poli DOTS RSUD Al-Ihsan periode April–Mei 2018.

 

POTENTIAL INTERACTIONS BETWEEN ANTI TUBERCULOSIS DRUG AND ANTI DIABETES DRUG WITH SIDE EFFECTS ON TUBERCULOSIS-DIABETES MELLITUS PATIENTS IN RSUD AL-IHSAN BANDUNG

The medication of tuberculosis (TB) with diabetes mellitus (DM) on TB-DM patients requires quiet a long and diverse time, so it has a high risk to potentially causing a medicine interaction and produce side effects. The research aimed to know the relation of potential interactions between anti tuberculosis medicine and anti diabetes drug with side effects on TB-DM patients in Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) outpatient clinic of RSUD Al-Ihsan Bandung in April–May 2018. This research was done by cross sectional approach method by taking the drug data in the medical records and questionnaires which have been tested for validity and reliability. Data of potential drug interactions is processed by entering data of drug consumed by patient using software on Lexi-Interact. The subjects were 30 respondents, selected by total sampling. The results showed the highest frequency of potential anti-tuberculosis drug anti-diabetic drug interactions on severe degree 12 of 30 patients. The results also showed that the side effects occurring in patients with highest frequency were mild degrees of 10 of 30 patients. The analysis obtained by chi square test between potential drug interaction with side effect of drug is not having any meaning value with (p=0.146).  In conclusion, there is no relation between potential drug interaction and side effect on TB-DM patients in Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) outpatient clinic of RSUD Al-Ihsan Bandung in April–May 2018.


Kata Kunci


Diabetes melitus; efek samping obat; potensi interaksi obat; tuberkulosis; diabetes mellitus; potential drug interaction; side effects of drug; tuberculosis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Depkes RI. InfoDatin. Tuberkulosis temukan obati sampai sembuh. Jakarta: Depkes RI; 2016.

WHO. Global tuberculosis report 2017: Leave No One behind - Unite to End TB.; 2017.

Kementerian Kesehatan RI. Data dan informasi profil kesehatan Indonesia 2016. Jakarta: Kementeri Kesehat RI; 2016 (diunduh 17 Desember 2017). Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/lain-lain/Data dan Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia 2016 - smaller size - web.pdf.

Rahmat A, Aswar A, Nawas A, Sihombing B, Sulistiany E, Yunir E, dkk. Tuberkulosis dengan diabetes mellitus (diunduh 17 Desember 2017).Tersedia dari: http://www.tbindonesia.or.id/tbidcnt/uploads/2017/02/Buku-Petunjuk-Teknis-Penemuan-Pasien-TB-DM-Di-Fasilitas-Kesehatan-Rujukan-Tngkat-Lanjut.pdf.

Wijaya I. Tuberkulosis paru pada penderita diabetes melitus. CDK-229. 2015;42(6):412–7.

Lisiana N. Studi penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien TB-HIV/AIDS di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2009. JMPK. 2011;14(02):99–107.

Handayani K. Analisis potensi interaksi obat diabetes melitus pada resep obat pasien rawat jalan di RSAL Dokter Mintohardjo. Jakarta: UIN; 2015.

Prasetya AANPR, Karsana AAR, Swastini DA. Kajian interaksi obat pada pengobatan pasien gagal ginjal kronis hipertensi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2007. JFU. 2012;1(1):9–15.

Yanti Z. Pengaruh diabetes melitus terhadap keberhasilan pengobatan TB paru di Puskesmas Tanah Kalikedinding. J Berkala Epidemiol. 2017 Mei;5(2):163–73.

Tatar D, Senol G, Alptekin S, Karakurum C, Aydin M, Coskunol I. Tuberculosis in diabetics: features in an endemic area. Jpn J Infect Dis. 2009;62:423–7.

Siddiqui AN, Khayyam KU, Sharma M. Effect of diabetes mellitus on tuberculosis treatment outcome and adverse reactions in patients receiving directly observed treatment strategy in India: a prospective study. Biomed Res Int. 2016;2016:7273935. doi: 10.1155/2016/7273935.

Baghaei P, Marjani M, Javanmard P, Tabarsi P, Masjedi MR. Diabetes mellitus and tuberculosis facts and controversies. J Diabetes Metab Disord. 2013;12(1):1–8. (diunduh 17 Februari 2018).Tersedia dari: http://www.jdmdonline.com/content/12/1/58.

U.S. Food and Drug Administration (FDA). Classification of side effect of drugs. United States: National Library of Medicine; 2018.

Preston CL. Stockley ’s drug interactions. Edisi ke-11, Pharmaceutical Press; 2016.

Riza AL, Pearson F, Ugarte-Gil C, Alisjahbana B, van de Vijver S, Panduru NM, dkk. Clinical management of concurrent diabetes and tuberculosis and the implications for patient services. Lancet Diabetes Endocrinol. 2014 Sep;2(9):740–53. doi: 10.1016/S2213-8587(14)70110-X.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN: 2656-8438