Pengaruh ASI Eksklusif+MP-ASI terhadap Status Gizi Bayi Usia 6–9 Bulan di Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung

Alma Tanzia Nasa, Eka Nurhayati, Hana Sopia Rachman, Zulmansyah Zulmansyah, Herry Garna

Abstract


Nutrisi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk meningkatkan status gizi agar menurunkan angka kematian anak, United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan sebaiknya anak diberi air susu ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan, lalu diberi makanan pendamping ASI setelah 6 bulan, dan ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun. Menurut WHO, makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) merupakan sebuah proses penting yang mengedepankan kesiapan bayi dalam menyambut makanan yang akan dikonsumsinya. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh ASI eksklusif+MP-ASI terhadap status gizi bayi usia 6̶̶−9 bulan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cohort  menggunakan teknik pemilihan sampel cluster random sampling periode Maret−Juni 2018. Pengumpulan data diambil dari hasil pengukuran antropometri  berat badan/usia untuk mengetahui status gizi bayi 4 bulan ke depan (bulan ke-6, -7, -8, dan -9). Hasil penelitian menggunakan analisis Uji Fisher Exact dan Kruskal Wallis diperoleh dari 52 sampel. Jumlah kelompok yang diberi ASI eksklusif 27 bayi, sedangkan jumlah kelompok yang diberi ASI noneksklusif 25 bayi. Hasil analisis didapatkan terdapat pengaruh ASI eksklusif+MP-ASI terhadap kenaikan status gizi pada kelompok ASI eksklusif maupun noneksklusif (p=0,047). Faktor pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan sosio ekonomi keluarga terhadap status gizi kelompok ASI eksklusif dan noneksklusif tidak terdapat pengaruh (p=0,19; p=0,25; dan p=0,54). Kenaikan status gizi kedua kelompok tersebut tiap bulannya mengalami kenaikan yang signifikan. Simpulan, terdapat pengaruh ASI-eksklusif+MP-ASI terhadap status gizi bayi usia 6̶̶−9 bulan di Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.

 

EFFECT 0F EXCLUSIVE BREASTFEEDING+COMPLEMENTARY FOOD FOR BREAST MILK TO NUTRITIONAL STATUS BABY AGE 6−9 MONTH IN SUKAWENING VILLAGE, DISTRICT CIWIDEY DISTRICT BANDUNG

Nutrition is a very important requirement in the process of baby growth and development. Improving nutritional status in order to reduce child mortality, the United Nations Children’s Fund (UNICEF) and the World Health Organization (WHO) recommend that children be given exclusive breast milk for 6 months, then given complementary breastfeeding after 6 months, and breast milk continued until the age of 2 years. According to WHO, complementary food for breast milk is an important process that prioritizes the readiness of the baby in welcoming the food he will consume. The purpose of this study was to determine the effect of exclusive breastfeeding+complementary food for breast milk on the nutritional status of infants aged 6−9 months. This research used an analytic observational method with a cohort approach using cluster random sampling technique for the period March−June 2018. Data collection was taken from the results of weight / age anthropometry measurements to determine the nutritional status of infants 4 months ahead (-6th -7th, , -8th, and -9th month). The results of the study using Fisher exact and Kruskal Wallis analysis were obtained from 52 samples. The number of groups given exclusive breastfeeding was 27 babies, while the number of groups that were given non-exclusive breastfeeding was 25 babies. The results of the analysis showed that there was an effect of exclusive breastfeeding + complementary food for breast milk on the increase in nutritional status in exclusive and non-exclusive breastfeeding groups (p = 0.047). The factors of maternal education, maternal work and family socioeconomic on the nutritional status of exclusive and non-exclusive breastfeeding groups were not affected (p=0.19, p=0.25 and p=0.54). The increase in nutritional status of the two groups each month experienced a significant increase. Conclusions there are the effect of exclusive breastfeeding+complementary food for breast milk on the nutritional status of infants aged 6−9 months in Sukawening Village, Ciwidey District, Bandung Regency.


Keywords


ASI eksklusif; MP-ASI; status gizi; Complementary food for breast milk; exclusive breastfeeding; nutritional status

Full Text:

PDF

References


Yogi ED. Pengaruh pola pemberian ASI dan pola makanan pendamping ASI terhadap status gizi bayi usia 6−12 bulan. J Delima Harapan. 2014 Februari-Juli;2(1):14−8.

Fikawati S, Syafiq A. Kajian implementasi dan kebijakan air susu ibu eksklusif dan inisiasi menyusui dini di Indonesia. Makara Kes. 2010;14(1):17−24.

Susanto H, Wilar R, Lestari H. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian susu formula pada bayi yang dirawat di ruang nifas RSUP. J e-clinic. 2015;3(1):161−8.

Lestari P, Kartini A. Hubungan praktik pemberian susu formula dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. JKM e-journal. 2014 April;2:339−48.

Sakti RE, Hadju V, Rochimiwati SN. Hubungan pola pemberian mp-asi dengan status gizi anak usia 6-23 bulan di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makassar tahun 2013. Makara Kes. 2013;1:1−3.

Mufida L, Widyaningsih TD, Maligan JM. Prinsip dasar makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) untuk bayi 6–24 bulan. Pangan Agroindustri. 2013;4:1646−1651.

Ratnaningsih E. Hubungan pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI terhadap status gizi bayi 6−12 bulan. Kebidanan Panti Wilasa. 2011;2(1):1-7.

Agus P. Daftar lengkap UMK 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat tahun 2018. Gajiumr. 2018;1(2):4.

Marcdante KJ, Kliegman RM, Jenson HB. Nutrisi pediatrik dan kelainan nutrisi pediatrik. Dalam: Tharmapalan S, penyunting. Nelson ilmu kesehatan anak esensial. Edisi ke-6. Singapore: Saunders Elsavier; 2013.

Maria I. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi usia 6−12 bulan di Polindes Patranrejo Berbek Nganjuk. Hospital Majapahit. 2016;1(2):16−8.

Susilaningsih TI. Gambaran pemberian ASI eksklusif bayi 0−6 bulan. J Kes Masy Samigaluh II. 2013;2(8):81−9.

Lestari MU, Lubis G, Pertiwi D. Hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi anak usia 1−3 tahun di Kota Padang tahun 2012. J Kesehatan Andalas. 2012;3(2):188–90.

Putri SKD, Wahyono YMT. Teknologi intervensi kesehatan masyarakat. Media Litbangkes. 2013;23(3):110−21.

Nilakesuma A, Jurnalis YD, Rusjdi SR. Hubungan status gizi bayi dengan pemberian ASI ekslusif, tingkat pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir. J Kesehat Andalas. 2015;4(1):35−5.

Rozali NA, Subagyo B, Widhiyastuti E. Peranan pendidikan, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga terhadap status gizi balita di Posyandu Rw 24 dan 08 Wilayah Kerja Puskesmas Nusukan Kota Surakarta. J Kes Masy. 2016;3(2):12−3.

Putri RF, Sulastri D, Lestari Y. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. J Kesehat Andalas. 2015;4(1):254−61.




DOI: https://doi.org/10.29313/jiks.v2i1.4333

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



eISSN: 2656-8438


View My Stats 


Flag Counter

Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.