Hubungan Durasi Mengetik Komputer dan Posisi Mengetik Komputer dengan Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Karyawan Universitas Islam Bandung

Triana Nur Aripin, Adjat Sedjati Rasjad, Nurdjaman Nurimaba, M. Ahmad Djojosugito, Siska Nia Irasanti

Sari


Penggunaan komputer dalam bekerja  meningkat pesat baik dalam bidang industri maupun bidang  pekerjaan lainnya. Penggunaan komputer dalam bekerja meliputi posisi mengetik dan durasi penggunaan komputer. Aktivitas mengetik dalam durasi yang lama dan posisi yang salah saat mengetik dapat berisiko terkena penyakit pada jari tangan dan pergelangan tangan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan durasi dan posisi mengetik komputer dengan gejala carpal tunnel syndrome (CTS) pada karyawan Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Universitas Islam Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Responden penelitian berjumlah 54 orang yang sudah memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Uji Eksak Fisher. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi mengetik komputer dan gejala carpal tunnel syndrome (p=0,75), terdapat hubungan yang signifikan antara posisi mengetik komputer (p=0,07) dan gejala carpal tunnel syndrome. Dari 54  responden, 32 responden memiliki gejala carpal tunnel syndrome.

Kata Kunci


Carpal tunnel syndrome; computer typing duration; computer typing position; durasi mengetik komputer; posisi mengetik komputer

Referensi


International Labour Organization. Keselamatan dan kesehatan kerja [Internet]. 2013 [diunduh 1 Agustus 2018]. Tersedia dari: https//:www.ilo.org

Nurhikmah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja furnitur di Kecamatan Benda Kota Tangerang. 2011:1.

Budiono AMS, Jusuf RMS, Pusparini A. Bunga rampai hiperkes dan keselamatan kerja edisi Ke-2. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro; 2003.

Ropper AH, Klein JP, Samuels MA. Adams and victor’s-principle of neurology. Edisi ke-10. Boston: Mc Graw Hill Education; 2014.

Tanaka S, Wild DK, Seligman PJ, Halperin WE, Behrens VJ, Putz-Anderson V. Prevalence and work-relatedness of self-reported carpal tunnel syndrome among U.S. workers: analysis of the Occupational Health Supplement data of 1988 National Health Interview Survey. Am J Ind Med [Internet]. 2005 Apr [diunduh 4 Januari 2018];27(4):451–70. Tersedia dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7793419

National Institutes of Occupational Safety and Health. Chapter 5: hand/wrist musculoskeletal disorders (carpal tunnel syndrome, hand/wrist tendinitis, and hand-arm vibration syndrome): Evidence for work-relatedness. NIOSH Publ No 97–141. 1997;(3):1–130.

Williams R, Westmorland M. Occupational cumulative trauma disorders of the upper extremity. Am J Occup Ther [Internet]. May 1 [diunduh 4 Januari 2018];48(5):411–20. Tersedia dari: http://ajot.aota.org/Article.aspx?doi=10.5014/ajot.48.5.411

Tana L, Suharyanto H, Delima, Woro R. Carpal tunnel syndrome pada pekerja garmen di jakarta. J Peneliti Kesehatan. 2004;32(2):73–82.

Barr AE, Barbe MF, Clark BD. Work-related musculoskeletal disorders of the hand and wrist: epidemiology, pathophysiology, and sensorimotor changes. J Orthop Sports Phys Ther [Internet]. 2004 Oct [diunduh 4 Januari 2018]. 2004;34(10):610–27. Tersedia dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15552707

Figure L. Boston carpal tunnel syndrome questionnaire (BCTQ). Advances. 2005;c:1–7.

Atroshi I, Gummesson C, Johnsson R, Ornstein E, Ranstam J, Rosén I, dkk. Prevalence of carpal tunnel syndrome in a general population. JAMA [serial on Internet]. 2009 Jul 14 [diunduh 9 February 2016];282(2):153–8. Tersedia dari; http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10411196

Ali KM, Sathiyasekaran BWC. Computer professionals and carpal tunnel syndrome (cts). Int J Occup Saf Ergon. 2006;12(3):319–25.

Newington L, Harris EC, Walker-Bone K. Carpal tunnel syndrome and work. Best Pract Res Clin Rheumatol [Internet]. 2015 Jun [diunduh 6 Februari 2018];29(3):440–53. Tersedia dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26612240

Andersen J, Olney R. Typing rarely cause of carpal tunnel. J Am Med Assoc. 2013;1.

Stevens JC, Witt JC, Smith BE, Weaver AL. The frequency of carpal tunnel syndrome in computer users at medical facility. Neurology. 2011;56:1568–70.

Aroori S, Spence, RAJ. Carpal tunnel syndrome. Ulster Med J. 2008 Jan; 77(1):6–17.

Tarwaka, Bakri SHA, Sudiajeng L. Ergonomi untuk k3 dan produktivitas. Edisi ke-1. Cetakan 1. Surakarta:Uniba Press;2004.

Yagev Y, Gringolds M, Karakis I, Carel RS. Carpal tunnel syndrome: under-recognition of occupational risk factors by clinicians. Ind Health. 2007;45(6):820–2.




DOI: https://doi.org/10.29313/jiks.v1i2.4352

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN: 2656-8438