Pengaruh Senam Lansia terhadap Tigkat Kebugaran Fisik pada Lansia Berdasar atas Uji Jalan 6 Menit

Riri Nuraeni, Mohammad Rizki Akbar, Cice Tresnasari

Sari


Lanjut usia merupakan proses alami pada individu berusia 60 tahun ke atas. Proses penuaan pada lansia menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh sehingga diperlukan upaya meningkatkan kebugaran dengan berolahraga. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh senam terhadap tingkat kebugaran fisik pada lansia. Dilakukan penelitian Quasi experiment dengan pre test dan post test two group design. Menggunakan teknik purposive sampling pada bulan Mei–Juli 2018 di Posbindu Kabupaten Majalengka. Diperoleh 80 orang tiap-tiap kelompok 40 orang. Penilaian tingkat kebugaran dilakukan sebanyak dua kali pada kelompok lansia rutin senam melakukan senam 12 kali dalam satu bulan dan kelompok lansia tidak rutin senam, penilaian menggunakan uji jalan 6 menit. Hasil jarak yang ditempuh dikonversi menjadi VO2maks dan dikategorikan berdasar atas tingkat kebugaran. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam lansia dapat meningkatkan nilai VO2maks lebih tinggi pada kelompok lansia rutin senam 3,1 mL/kg/menit dibanding dengan kelompok lansia tidak rutin senam 1,95 mL/kg/menit. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna secara signifikan antara lansia rutin senam  dan  lansia  tidak  rutin  senam  (p<0,05).  Simpulan  terdapat pengaruh senam lansia terhadap tingkat kebugaran fisik pada lansia.

Referensi


Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Situasi lanjut usia (lansia) di Indonesia. (diunduh 29 Mei 2016). Tersedia dari: www.depkes.go.id

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi lansia di Indonesia tahun 2017. Indonesia gambar struktur umur penduduk Indonesia tahun 2017. Anal Lansia di Indonesia 201rr7 [Internet]. 2017;(1). (diunduh 10 April 2018). Tersedia dari: http://www.depkes.go.id

McPhee JS, French DP, Jackson D, Nazroo J, Pendleton N, Degens H. Physical activity in older age: perspectives for healthy ageing and frailty. Biogerontology. 2016;17(3):567–80.

Zhang HJ, Guo XT, Zhang HL. Effects of health education on cardiovascular system in middle-aged and elderly people-take aerobic exercise for example. Eurasia J Math Sci Technol Educ. 2017;13(11):7483–7.

Hee L, Lee ML, Kim SR. Effect of exercise performance by elderly women on balance ability and muscle function. J Phys Ther Sci [Internet]. 2015;27(4):989–92. (diunduh 10 April 2018). Tersedia dari: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=4434030&to ol=pmcentrez&rendertype=abstract

Patel H, Alkhawam H, Madanieh R, Shah N, Kosmas CE, Vittorio TJ. Aerobic vs anaerobic exercise training effects on the cardiovascular system. World J Cardiol [Internet]. 2017;9(2):134 (diunduh 10 April 2018). Tersedia dari: http://www.wjgnet.com/1949-8462/full/v9/i2/134.htm

Fitness P. Principles of physical fitness. 2009; hlm. 27–56 [Internet] (diunduh 10 April 2018). Tersedia dari: https://site.lssc.edu/faculty/leonardo_rodriguez/Downloads%20%20Documents/Physical%20Fitness%20Classes/Materials/Ch02_Principle_Book.pdf

Tri Sulistyarini, Dwi Ika, Erlin Kurnia. Kompres hangat dan senam lansia dalam menurunkan nyeri sendi lansia. Nganjuk: Adjie Media Nusantara; 2017.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman pembinaan kebugaran jamaah haji Indonesia. 2009 (diunduh 29 Mei 2019). Tersedia dari: www.depkes.go.id

Fitness P. Chapter 1 important concepts of physical activity. (diunduh 29 Mei 2019). Tersedia dari: https://www.msssi.gob.es/ciudadanos/proteccionSalud/adultos/actiFisica/docs/capitulo1_In.pdf

Turnley J. VO2max: how can an endurnce athlete use it to obtain peak performance. [internet] (diunduh 10 April 2018). Tersedia dari: https://docplayer.net/14053031-Vo2max-how-can-an-endurance-athlete-use-it-to-obtain-peak-performance-by-jheri-turnley-b-s-hfs-abstract.html

Jones CJ, Rikli RE. Measuring functional fitness in older adults. Active aging. 2002:25–30. [internet]. (diunduh 10 April 2018).Tersedia dari: https://www.scirp.org/(S(czeh2tfqyw2orz553k1w0r45))/reference/ReferencesPapers.aspx?ReferenceID=1329103

Crapo RO, Casaburi R, Coates AL, Enright PL, MacIntyre NR, McKay RT, dkk. ATS statement: guidelines for the six-minute walk test. Am J Respir Crit Care Med. 2002;166(1):111–7.

Casanova C, Celli BR, Barria P, Casas A, Cote C, De Torres JP, dkk. The 6- min walk distance in healthy subjects: reference standards from seven countries. Eur Respir J. 2011;37(1):150–6.

Fachlaeli E, Perdana TS. Profil kesehatan Kabupaten Majalengka. 2017. [internet] (diunduh 5 Juni 2018). Tersedia dari: https://docplayer.info/124765227-Profil-kesehatan-kabupaten-majalengka-tahun-2017.html

VO2maks. UCD Cycl Club [Internet]. 2015 (diunduh 29 Mei 2019). Tersedia dari: http://www.ucd.ie/cycling/ VO2MAX.htm

Guyton AC, penyunting. Fisiologi olahraga Indonesia. Edisi ke-12. Jakarta: Elsiver Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, 2011

Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem ED. 6. Jakarta: EGC; 2014. hlm. 297–301.

Lengkong G, Marunduh SR, Wungow HIS. Pengaruh senam bugar lansia terhadap kebugaran jantung paru di Panti Werdha Bethania Lembean. J e-Biomedik (eBm). 2016 Juli;4(2):2–4.

Nurjannah C, Rahfiludin MZ. Hubungan asupan makronutrien, indeks massa tubuh (imt) dan aktivitas fisik dengan kesegaran jasmani pada lansia. J Kesehat Masy [internet]. 2018;6. (diunduh 29 Mei 2019). Tersedia dari: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Mardius A, Astuti Y. Pengaruh senam lansia terhadap kebugaran jasmani warga perumahan Pondok Pinang Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. J Educat Res Evaluat. 2017;1(3):147–52.

Watuingas I. Pengaruh latihan fisik aerobik terhadap VO2max pada mahasiswa berat badan berlebih (overweight). J Educ Res Evaluat. 2013;1(2):1064–8.




DOI: https://doi.org/10.29313/jiks.v1i2.4633

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN: 2656-8438