FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK GRANUL INSTAN SERBUK KERING TANGKAI GENJER (Limnocharis flava (L.) Buchenau.) SEBAGAI SUPLEMEN PENAMBAH SERAT

Patihul Husni, Muchamad Luthfi Fadhiilah, Uswatul Hasanah

Abstract


Serat dibutuhkan dalam pencernaan adalah agar proses pencernaan dapat bekerja secara maksimal. Genjer (Limnocharis flava (L.) Buchenau.) merupakan tanaman yang bagian tangkainya banyak mengandung serat. Kandungan serat yang tinggi pada genjer terutama pada bagian tangkainya berpotensi untuk dikembangkan sebagai suplemen makanan penambah serat berupa granul instan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik granul instan secara fisik. Granul instan dibuat dengan metode granulasi basah menggunakan variasi konsentrasi PVP sebagai pengikat. Uji stabilitas fisik granul instan dilakukan pada suhu kamar selama satu bulan meliputi uji waktu alir, sudut diam, indeks kompresibilitas, kandungan lembab dan waktu larut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu alir granul 8-14 detik untuk 100 gram granul, sudut diam sekitar 40o, indeks kompresibilitas 11-15%, kandungan lembab sekitar 2% dan waktu larut 1-2 menit. Berdasarkan hasil uji stabilitas fisik, formula terbaik granul instan serbuk kering tangkai genjer adalah F2 dengan komposisi serbuk kering tangkai genjer 100 mg, laktosa 70%, PVP 3%, aspartam 1,5%, manitol 20%, Natrium Benzoat 0,5%, Green tea flavor 5% b/b dan etanol qs dengan total bobot granul 1000 mg.


Keywords


Kata kunci: Serat, genjer, granul instan, granulasi basah, PVP

References


Nurhadi B. (2011). Manfaat yang Terkandung dalam Warna Warni Makanan. Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.

Slavin JL. (2005). Dietary Fiber and Body Weight. Nutrition. 21:411-418.

Permatasari M. (2012). Perubahan Aktivitas Antioksidan Tanaman Genjer (Limnocharis flava) Akibat Pengukusan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Mahmud MK, Hermana, Zulfianto NA, Ngadiarti I, Apriyantono RR, Hartati B, Bernadus, dan Tinexcelly. (2009). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. 64. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Juhaeti T. (2013)., Respon Genjer {Limnocharis flava (L.) Buchenau.} Terhadap Pemupukan Dan Potensi Gizinya untuk Diversivikasi Konsumsi Sayuran. Berita Biologi. 12(1):107-116.

Santoso A. (2011). Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Magistra. 75:35-40.

Voigth R. (1994). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Edisi Kelima. Penerjemah Drs. Soendani Noerono. Gadjah Mada University Perss. Yogyakarta.

Lachman L, Lieberman HA, dan Kanig JL. (1994). Teori dan Praktek Farmasi Industri Jilid I Edisi II. Penerjemah Siti Suyatmi. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Siregar, C. (1992). Proses Validasi Manufaktur Sediaan Tablet. ITB. Bandung.

Rowe RC, Sheskey PJ, dan Quinn ME. (2009). Handbookof Pharmaceutical Excipients Sixth Edition. Pharmaceutical Press and The American Pharmacists Association. USA.

Ansel HC. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi Keempat. Penerjemah Farida Ibrahim. Penerbit UI Press. Jakarta.

Shah RB, Tawakkul MA, dan Khan MA. (2008). Comparative Evaluation of Flow for Pharmaceutical Powders and Granules. AAPS PharmSciTech. 9(1):250-258.

Bacher C, Olsen PM, Bertelsen P, dan Sonnergaard JM. (2008). Compressibility and Compactibility of Granules Produced by Wet and Dry Granulation. International Journal of Pharmaceutics. 358:69-74.




DOI: https://doi.org/10.29313/jiff.v3i1.5163

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indexed and Journal List Title by :

Neliti

CiteFactorResearch BIB
MorarefDRJIESJIEuroPubScientific Indexing Services
CrossRefPortal GarudaWorldCatScilitIndonesia One Search
Publons

Free counters!
 
Visitor since 20 December 2018 :

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License