Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Diare Akut di SMP Plus Pesantren Baiturrahman Bandung

Novy Latifah Nurul F, Fajar Awalia Yulianto, Yoyoh Yusroh, Siska Nia Irasanti, Dony Septriana Rosady

Abstract


Angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit diare didunia masih sangat tinggi terutama pada negara berkembang. Diare merupakan penyebab kematian ke-4 pada golongan semua umur di Indonesia, serta angka morbiditasnya menempati urutan ke-5 di Kota Bandung. Faktor risiko terjadinya diare berkaitan dengan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara PHBS dengan kejadian diare akut pada siswa kelas VIII SMP Plus Pesantren Baiturrahman Bandung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek terdiri dari 140 responden, secara consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai PHBS tatanan intitusi pendidikan serta kejadian diare akut. Uji statistik menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan lebih banyak responden yang tidak melakukan PHBS (55%) dibandingkan responden yang melakukan PHBS (45%). Sebagian besar tidak mengalami diare akut (75%) dan sebagian kecil mengalami diare akut (25%). Hasil penelitian ini memperlihatkan terdapat hubungan antara PHBS dengan kejadian diare akut pada siswa kelas VIII SMP Plus Pesantren Baiturrahman Bandung (p value = 0,001). Penelitian ini menunjukan pentingnya praktik PHBS pada lingkup siswa SMP.

 

CLEAN LIVING AND HEALTHY BEHAVIOURS AND ACUTE DIARRHEA IN JUNIOR HIGH SCHOOL OF BAITURRAHMAN BOARDING SCHOOL BANDUNG

The number of morbidity and mortality due to diarrhea disease in the world is still high, especially in the developing countries. Diarrhea is the fourth cause of death in all age groups in Indonesian, with the morbidity number ranks fifth in Bandung city. Some of risk factors of diarrhea are related with the Clean Living and Healthy Behaviours (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat=PHBS). This research was aimed to analyze the relationship between PHBS and the occurance of acute diarrhea in 8th grade Junior High School students of Baiturrahman Boarding School Bandung. This research used observational analytic method with cross sectional approach during May 2018. The subjects obtained 140 respondents in consecutive sampling. Data retrieval used questionnaire which contains the questions about PHBS and the occurance of acute diarrhea. Statistical test used chi square with SPSS. The result of the research shows that more respondents did not do PHBS (55%) than respondents who do PHBS (45%). The number of occurance of acute diarrhea mostly did not occur acute diarrhea (75%) and some had acute diarrhea (25%). Chi square test results obtained p value = 0.001. Therefore it can be concluded that there is a relationship between PHBS and the occurance of acute diarrhea in 8th grade Junior High School students of Baiturrahman Boarding School Bandung. It is very impotance to do PHBS on the scope of junior high school students.


Keywords


Acute diarrhea; diare akut; kesehatan masyarakat, PHBS; public health

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). 2016 [diunduh 2018 Feb 6]. Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/article/view/16111600003/ pemerintah-canangkan-gerakan-masyarakathidup-sehat-germas-.html.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman pembinaan prilaku hidup bersih dan sehat. 2011. [diunduh 25 Januari 2018]: Tersedia dari: www.depkes.go.id.

WHO|Diarrhoea. WHO. 2016 [diunduh 25 Januari 2018]: Tersedia dari: http://www.who.int/topics/diarrhoea/en/

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset kesehatan dasar (Riskesdas). 2013. Laporan Nasional 2013. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI; 2013

Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan Indonesia 2014 [diunduh 25 Januari 2018]: Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2015. Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatanindonesia-2014.pdf

Kasus diare menurut jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas. Tabel profil kesehatan Kota Bandung tahun 2014. Bandung: Dinkes Prov Jabar; 2014.

Marcdante KJ, Kliegman RM, Jenson HB, Behrman RE. Penilaian sistem pencernaan. Nelson ilmu kesehatan anak esensial. Edisi ke6. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2014. hlm. 459, 481−4.

James SB, Alcott SV. Teori personaliti dan psikopatologi. Dalam: ..............penyunting Kaplan & Sadock buku ajar psikiatri klinis. Edisi ke-10. Jakarta: EGC; 2007. hlm. 284.

Universitas Negeri Yogyakarta. Kuesioner perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa di sekolah. 2015.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Petunjuk teknis PHBS tatanan rumah tangga. Seri petunjuk Teknis PHBS. Bandung: Dinkes Prov Jabar; 2016.

Kementrian Kesehatan RI. Kuesioner riset kesehatan dasar. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.

Tucunan A. Hubungan antara faktor predisposing, enabling dan reinforcing dengan perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga. KESMAS. 2018;7(1):62−8.

Hadi MI. Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap angka kejadian diare akut pada santri pondok tremas kabupaten pacitan. [diunduh 18 Agustus 2018]. Tersedia dari: http://v2.eprints.ums.ac.id/archive/etd/558412017.

Waromi K, Akili RH, Kawatu PAT. Hubungan antara PHBS dengan kejadian diare di Desa Ranowangko Minahasa tahun 2015. J Ilmiah Farmasi. 2016;5(4):284−90.

Departemen Kesehatan RI. Buku saku petugas kesehatan lintas diare. Jakarta: Direktorat Jendral Pengendali Penyakit dan Penyehatan Lingkung; Departemen Kesehat RI, 2011.

Saputro W, Budiarti LY, Herawati. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak sekolah dasar (SD). JDK. 2013;1(1):40−7.




DOI: https://doi.org/10.29313/jiks.v1i2.4349

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



eISSN: 2656-8438


View My Stats 


Flag Counter