Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi oleh Ibu-Ibu di Kelurahan Tamansari Kota Bandung

Putri Anggraini Aswad, Yuktiana Kharisma, Yuke Andriane, Titik Respati, Eka Nurhayati

Sari


Swamedikasi merupakan upaya individu untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Swamedikasi dapat menjadi permasalahan kesehatan akibat keterbatasan pengetahuan mengenai obat sehingga akan memengaruhi perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengetahuan dan perilaku swamedikasi oleh ibu-ibu di Kelurahan Tamansari Kota Bandung. Rancangan penelitian observasional deskriptif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel 50 orang dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden tentang definisi swamedikasi (54%), penggolongan obat berdasar atas logo (64%), makna logo obat dibeli tanpa resep dokter (46%), makna logo obat bebas terbatas (52%), definisi aturan pakai obat 3x sehari (56%), interval waktu penggunaan obat (68%), perbedaan dosis obat dewasa dengan anak (88%), definisi efek samping obat (80%), menanggulangi efek samping (98%), definisi kontraindikasi obat (86%), definisi interaksi obat (62%), dan penyimpanan obat (86%). Prevalensi perilaku swamedikasi pada responden (60%), obat modern lebih mendominasi (64%), pemilihan obat modern untuk swamedikasi didasarkan atas keinginan sendiri (38%), warung kelontong sebagai tempat mendapatkan obat (48%), informasi swamedikasi diperoleh melalui media elektronik dan media cetak (36%), kebiasaan membaca kandungan obat (64%) dan tanggal kadaluarsa obat (86%), serta menyimpan obat di rak obat (50%). Simpulan penelitian ini, pengetahuan swamedikasi pada masyarakat secara umun cukup baik. Terdapat upaya untuk mengatasi masalah kesehatan dengan melakukan swamedikasi.

Kata Kunci


Behaviour; Knowledge; Pengetahuan; Perilaku; Self-medication; Swamedikasi

Referensi


Notoatmodjo S. Kesehatan masyarakat ilmu & seni. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.

Lukovic JA, Miletic V, Pekmezovic T, Trajkovic G, Ratkovic N, Aleksic D, dkk. Self-medication practices and risk factors for self-medication among medical students in Belgrade, Serbia. PLoS One: 2014;9(12):1–14.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Lap Nas. 2013:1–384.

Ofori RA, Agyeman AA. Irrational use of medicines a summary of key concepts. Pharmacy (Basel). 2016;4(4):35.

Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan [homepage on the internet]. Mencerdaskan masyarakat dalam penggunaan obat melalui Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) (diunduh 7 Agustus 2018). Tersedia dari: http://binfar.kemkes.go.id/2014/09/mencerdaskan-masyarakat-dalam-penggunaan-obat-melalui-metode-cara-belajar-insan-aktif-cbia/#.WlC6HWiWbIU.

Angkotasan S, Warlina LIA. Identifikasi tingkat ketahuan masyarakat tentang upaya-upaya perbaikan linkungan sungai Cikapundung Kota Bandung. MIU. 2011;12(1):109–21.

Sumiati S, Eliana. Kesehatan masyarakat [internet]. 2016 (diunduh 7 Agustus 2018) . Tersedia dari: http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Kesehatan-Masyarakat-Komprehensif.pdf.

Qomarrudin A, Putri I, Martdina DE, Hermawan IP, Faisal JM, Hanifa AR, dkk. profil pengetahuan ibu-ibu PKK tentang penggunaan obat antipiretik secara swamedikasi. J Farmasi Komunitas. 2016;3(1):7–11.

Harahap NA, Khairunnisa, Tanuwijaya J. Tingkat pengetahuan pasien dan rasionalitas swamedikasi di tiga apotek Kota Panyabungan. J Sains Farm Klin. 2017;3(2):186–92.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014. Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. 2014 (diunduh 7 Agustus 2018) Tersedia dari: https://www.kemhan.go.id/itjen/2017/03/14/peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia-nomor-35-tahun-2014-tentang-standar-pelayanan-kefarmasian-di-apotek.html

Rokhman MR, Widiastuti M, Satibi, Fatmawati RF, Munawaroh N, Pramesti YA. Penyerahan obat keras tanpa resep di apotek. J Manaj Pelayanan Farm. 2017;7:115–24.

Nuryati. Bahan ajar rekam medis dan informasi kesehatan (RMIK) Farmakologi. Jakarta: Indo Kemkes BPPSDM; 2017

Department of Health Republic of Indonesia. Pengetahuan dan keterampilan dalam memilih obat bagi tenaga kesehatan. Jakarta: Depkes RI; 2008

Hidayati A, Dania H, Puspitasari MD, Ahmad U. Obat bebas terbatas untuk swamedikasi Pada masyarakat RW 8 Morobangun Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta. JIM. 2017;3(2):139–49.

Ulfa AM, Abidin Z. Hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri (swamedikasi) yang rasional oleh pengunjung apotek “X” Kota Bandar Lampung. J Dunia Kesmas. 2014;3(2):91–6.

Supardi S, Notosiswoyo M. Pengobatan sendiri sakit kepala, demam, batuk dan pilek pada masyarakat di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. MIK. 2005;2(3):134–44.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Menuju swamedikasi yang aman. InfoPom. 2014;15(1):3–11.

Fauzia R, Respati T, Nurhayati E. Faktor yang memengaruhi perilaku pengobatan sendiri pada kelompok ibu rumah tangga di Kabupaten Purwakarta tahun 2014. Prosiding Pendidikan Dokter. 2015:1(1):11–9.

Widayati A. Swamedikasi di kalangan masyarakat perkotaan di Kota Yogyakarta. J Farm Klin Indones. 2013;2(4):145–52.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Peraturan kepala badan pengawas obat dan makanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengawasan Periklanan Obat. 2017 (diunduh 7 Agustus 2018). Tersedia dari: http://jdih.pom.go.id/produk/peraturan%20kepala%20BPOM/PKBPOM%20Nomor%208%20tahun%202017%20Pedoman%20periklanan%20obat%20(Lengkap).pdf.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Materi edukasi tentang peduli obat dan pangan aman. 2015 (diunduh 7 Agustus 2018): Tersedia dari: https://docplayer.info/37848236-Materi-peduli-obat-dan-pangan-aman-edukasi-tentang-2015-dewasa.html




DOI: https://doi.org/10.29313/jiks.v1i2.4462

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN: 2656-8438